KesehatanLiputanNasional

Stok Darah PMI Kabupaten Aman Hingga Lebaran

BTN iklan

MALANG, 15/5 (LEI) – Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Jawa Timur cukup aman selama bulan Ramadhan hingga Lebaran 2018, karena setiap hari ada sekitar 1.350 pendonor untuk semua golongan darah.

Kabag Mutu PMI Kabupaten Malang Bima Arya Teja di Malang, Jawa Timur, Selasa mengemukakan masyarakat daerah itu tidak perlu khawatir akan ketersediaan darah berbagai golongan.

“Meski setiap bulan Ramadhan jumlah pendonor menurun, stok yang ada tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat maupun rumah sakit, puskesmas, dan poliklinik,” ujarnya.

Selain karena bulan Ramadhan, kata Bima, penurunan jumlah pendonor tersebut disebabkan musim liburan sekolah maupun kuliah. Sebab, sebagian besar pendonor di PMI Kabupaten Malang adalah siswa SMA dan SMK, serta sebagian lagi mahasiswa.

Oleh karena itu, katanya, pihaknya mengatur strategi agar kebutuhan dan stok darah di PMI Kabupaten Malang tetap bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Straegi tersebut, di antaranya mengubah jam donor darah dan membuka layanan donor di masjid-masjid usai salat tarawih maupun di gereja-gereja pada hari Minggu saat umat Kristiani melakukan ibadah (misa).

Warga yang biasanya mendonorkan darahnya pada pagi hingga sore hari, lanjutnya, baru bisa dilakukan setelah berbuka puasa atau setelah shalat tarawih. Namun, bagi pendonor yang sudah rutin dan terbiasa, meski puasa biasanya akan tetap melakukan donor, ujarnya.

Menyinggung rincian stok darah di UTD PMI Kabupaten Malang, Bima menyebutkan dari 1.352 labu (kantong) yang ada saat ini, terbagi menjadi empat golongan, yakni golongan darah A sebanyak 275 labu, golongan darah B 488 labu, golongan darah AB sebanyak 68 labu, dan golongan darah 0 ada 521 labu.

Ia mengakui dari empat golongan darah tesrebut, yang paling sulit didapatkan adalah golongan darah AB karena yang memiliki golongan darah tersebut tidak sebanyak golongan darah lainnya alias langka.”Untungnya yang membutuhkan golongan darah AB ini juga tidak banyak, sehingga sok yang ada masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × two =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami