FinansialInvestasi

Strategi Properti di tengah Pandemi

BTN iklan

LEI, Jakarta– Covid-19 saat ini berimbas salah satunya ke sektor Properti. Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI Jabar Joko Suranto mengatakan kebutuhan dan suplai perumahan di Jawa Barat relatif tidak ada masalah selama pandemi. Namun rontoknya sektor lain oleh pandemi Covid-19 memberi pengaruh cukup signifikan pada sektor properti.

“Kalau bahasa perbankan, ada pengecilan segmen pasar yang ada. Untuk mengakses [pembiayaan] itu kan harus memiliki kapasitas tertentu dan kriteria tertentu,” katanya kepada LEI dari zoom yang diadakan Realestat Indonesia pada hari Rabu 30 September2020 dipandu oleh moderator Ir Heri Sosiawan,Badan Diklat REI Property Risk Specialist .

Joko Suranto juga menuturkan bahwa “Mitigsi Bisnis Kesehatan harusnya dipelajari kembali pada era Covid saat ini bagi Pengembang, Peran strategis sektor real estate di antaranya meningkatkan pertumbuhan 174 industri terkait. Lalu, jumlah pekerja langsung dan tidak langsung yang diserap sektor real estat mencapai sekitar 30,34 juta orang”.

“Kita harus mengatur ulang kembali Strategi yang kita gunakan dan kita perbaiki kegagalan yang hampir 72% dialami pada ,masa pandemi ini”. tutur H.Joko Suranto, S.H., M.Hum Ketua DPD REI Jabar sebagai narasumber di acara WEBINAR dengan tema
“Menjaga Bisnis Anggota Pasca Resesi Ekonomi”

Para pengembang juga mengeluhkan susahnya pada masa pandemi ini tidak luput dari Pengembang Ekspor Kayu Lapis. Omset dari Ekspor turun drastis di tahun 2020 ini dan dampak juga dari wabah Covid ini.

Hasil dari diskusi webinar yang disampaikan oleh Bapak Joko adalah Melindungi Sumber hasil. Sumber atau Hasil yang dimaksud adalah melindungi costumer dan tidak terlalu membebani costumer pada waktu Covid-19 ini dengan biaya yang besar sehingga Costumer juga tidak keberatan. Pengembang juga harus memiliki Cadangan atau investasi lain guna bertahan dalam dunia property di Indonesia.
Saat diskusi Kusnadi menanyakan tentang Anggaran Pemerintah yang ada di Jawabarat, Joko menuturkan ” Angaran Pemerintah Jawa Barat dana PN PBD terbesar saat ini digunakan untuk kesehatan, dana untuk properti yang diterima 45% dari 75% yang dianggarkan”.

Pemilik property atau mengusaha property sekarang juga harus sadar dalam efektifitas Keuangan dengan mengencangkan Sabuk istilahnya atau mengerem keinginan yang tidak diperlukan saat ini. Pengembang juga dituntut jangan panik dan berpikir kreatif dalam penjualan property di masa Covid Saat ini.

 

Kontributor: Dwitya Yonathan

penulis: Moerti Woedarto

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami