BTN iklan
EntertainmentLifestyle

Suami Buka Suara atas Kematian Kate Spade

Jakarta (LEI) – Kate Spade ditemukan meninggal dunia di apartemennya di New York, AS pada Selasa (5/6). Kini, suaminya, Andy Spade, buka suara atas kematian sang desainer kondang.

Melalui sebuah pernyataan resmi kepada media, dikutip oleh E! News, Andy memberikan penjelasan dan konfirmasi atas laporan media terkait kematian Kate yang disebut sebagai bunuh diri.

“Kate adalah wanita tercantik di dunia. Dia adalah orang terbaik yang pernah saya kenal dan sahabat saya selama 35 tahun. Saya dan putri saya sangat hancur atas kehilangannya, dan tidak bisa membayangkan hidup tanpa dia. Hati kami amat hancur dan sudah merindukannya,” tutur Andy lewat pernyataannya.

“Kate menderita depresi dan kepanikan selama bertahun-tahun. Dia aktif mencari bantuan dan bekerja secara dekat dengan dokternya agar sembuh dari penyakitnya, penyakit yang merenggut banyak nyawa. Kami berkontak dengannya pada malam sebelum [kematiannya] dan dia terdengar bahagia. Tidak ada indikasi atau peringatan bahwa dia akan melakukan ini [bunuh diri]. Ini benar-benar suatu kejutan. Dan ini jelas bukan dirinya. Ada iblis-iblis dalam diri yang dilawannya selama ini.”

Andy melanjutkan, “Selama 10 bulan belakangan kami hidup secara terpisah, namun masih [tinggal] beberapa blok satu sama lain. Bea hidup dengan kami berdua dan kami saling bertemu atau berbincang setiap hari. Kami sering makan bersama sebagai sebuah keluarga dan terus berlibur bersama sebagai sebuah keluarga.”

“Putri kami adalah prioritas kami. Kami berpisah tidak secara legal, dan bahkan tidak pernah berdiskusi soal perceraian. Kami adalah sahabat yang mencoba untuk menyelesaikan permasalahan kami dengan cara terbaik yang kami tahu. Kami bersama selama 35 tahun. Kami sangat mencintai satu sama lain dan sederhananya membutuhkan waktu untuk istirahat [dari hubungan suami istri].”

Andy pun menegaskan bahwa perhatiannya saat ini adalah kepedulian terhadap putrinya, Frances Beatrix.

“Ini adalah kebenaran. Hal lain yang ada di luar sana saat ini adalah salah. [Kate] secara aktif mencari bantuan untuk depresi dan kepanikannya selama lima tahun belakangan, bertemu dengan seorang dokter secara reguler dan berobat untuk kedua penyakitnya itu. Tidak ada penyalahgunaan zat [obat] atau alkohol. Tidak ada problem bisnis. Kami senang menciptakan bisnis kami bersama. Kami membesarkan putri kami berdua.”

“Saya belum menemukan catatan apapun yang ditinggalkan dan saya ngeri bahwa sebuah pesan privat untuk putri saya telah secara kejam disebarkan oleh media.”

“Perhatian utama saya adalah Bea dan melindungi privasinya karena dia harus menghadapi kehancuran yang tak terbayangkan atas kehilangan ibunya. Kate sangat menyayangi Bea.”

Kate ditemukan meninggal dunia di apartemennya di Manhattan, New York pada Selasa (5/6). Kepolisian setempat mengungkapkan desainer yang identik dengan lambang waru itu diduga gantung diri. Dia tewas di usia 55 tahun.

Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves https://www.instagram.com/saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close