HukumLiputan

Suap satelit Bakamla, Saksi Diminta Cek Keuangan

BTN iklan

Jakarta/Lei- Mantan Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerjasama Badan Keamanan Laut Eko Susilo Hadi mengatakan diperintah oleh atasannya untuk mengecek jatah dua persen dari nilai kontrak proyek pengadaan satelit monitoring di Bakamla. Karena itu Eko menemui Muhammad Adami Okta, anak buah Direktur PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah.

Menurut Eko, ada pembagian jatah 7,5 persen dari nilai  kontrak proyek sebesar Rp 222 miliar. Adapun PT Merial Esa terlebih dulu memberikan jatah dua persen atau senilai Rp 2 miliar.

Eko dihadirkan sebagai saksi  terdakwa Nofel Hasan. Dalam kesaksiannya, Eko mengaku diperintah untuk menerima jatah dua persen yang diberikan PT Meria Esa melalui Adami Okta. Pertemuan berlangsung pada akhir 2016.

Setelah itu uang Rp 2 miliar dari Adami Okta diberikan kepada Nofel dan Direktur Data dan Informasi Bakamla Laksamana Pertama Bambang Udoyo. “Masing-masing diberikan Rp 1 miliar,” kata Eko.

Nofel ditetapkan sebagai tersangka penerima suap pengadaan proyek satelit monitoring di Bakamla senilai Rp 220 miliar pada Rabu, 12 April 2017. Dalam dakwaan Direktur PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah, Nofel disebut menerima Sin$ 104.500 atau sekitar Rp 989,6 juta. Nofel diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami