Finansial

Suku Bunga Deposito Turun

BTN iklan

JAKARTA/Lei  — Suku bunga deposito diproyeksikan akan terus menurun hingga akhir tahun ini, melanjutkan penurunan yang terjadi pada Januari 2017.

Bank Indonesia mencatat terjadi penurunan suku bunga deposito sebesar 6 bps pada periode Januari 2017, melanjutkan penurunan bunga deposito yang sepanjang 2016 telah menurun sebanyak 122 bps.

Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) Haru Koesmahargyo mengatakan rata-rata tertimbang bunga deposito di bank pelat merah itu telah menurun sepanjang Januari 2017, dan perpotensi terus menurun hingga akhir tahun ini.

“Mudah-mudahan pertengahan tahun nanti rating Indonesia membaik, ditambah proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari tahun lalu sehingga proyeksi bunga deposito dapat terus menurun,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (20/2).

Sepanjang tahun lalu, dana deposito berkontribusi senilai Rp285,4 triliun, atau sebesar 39,4% dari total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun BRI.

Dihubungi terpisah, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) Achmad Baiquni mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menghitung kemungkinan untuk menurunkan suku bunga deposito.

Menurutnya, rata-rata suku bunga deposito di industri memang sudah mulai menurun sejak awal tahun, tetapi belum diikuti oleh seluruh pelaku industri perbankan karena masih memperhitungkan kondisi likuiditas internal dan eksternal.

“Di industri sudah turun memang, idealnya kami bisa turun tapi ada faktor lain juga. Kalau memang turun kita akan hitung kembali,” ujarnya.

Berdasarkan data dari laman resmi BNI, saat ini rata-rata suku bunga deposito counter rate berada pada kisaran 4,25%–5,75% untuk penempatan deposito di bawah Rp1 miliar, dan 4,50%-6,00% untuk deposito senilai Rp1 miliar–Rp5 miliar.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pihaknya masih sulit menurunkan suku bunga deposito, khususnya bagi nasabah deposito yang mendapatkan special rate, yang menuntut agar deposito tetap memberikan imbal hasil yang kompetitif.

Hingga saat ini, menurut Kartika, suku bunga deposito special rate di Bank Mandiri masih berada pada level 6,75% pertahun. Adapun, suku bunga deposito counter rate untuk deposito rupiah senilai kurang dari Rp1 miliar berkisar antara 4,25%-4,75% per tahun, sedangkan suku bunga deposito rupiah senilai Rp1 miliar–Rp5 miliar berada di kisaran 4,50%-5,00%.

“Suku bunga belum turun terutama special rate karena susah turunnya, jadi kami memilih turunkan porsi dana special rate. Sudah bertahap diturunkan sekitar Rp20 triliun,” ujarnya.

Sepanjang tahun lalu, dana deposito berkontribusi senilai Rp273,2 triliun, atau sebesar 35,82% dari total dana pihak ketiga yang tercatat senilai Rp762,5 triliun.

LIKUIDITAS

Gubernur Bank Indonesia Agus D. W. Martowardojo mengatakan bunga deposito berpotensi terus menurun jika kondisi likuiditas terjaga.

Sepanjang tahun lalu, lanjutnya, pertumbuhan DPK terbantu oleh masuknya dana repatriasi pada kuartal terakhir sehingga membuat volume dana segar di akhhir tahun melimpah.

Pada tahun ini, bank sentral memperkirakan pertumbuhan DPK berada pada kisaran 9%–11% secara year on year, atau sedikit lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan kredit yang diperkirakan berada pada rentang 10%–12%.

“Ke depan agak lebih ketat karena kebutuhan dari pasar modal juga berkembang pesat. Pasar saham, IPO, rights issue, dan MTN terus mengalami peningkatan,” ujarnya.

Data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) menunjukkan rata-rata bunga deposito bank umum pada 2016 telah menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan kondisi pada tahun sebelumnya.

Pada Desember 2016, suku bunga deposito bertenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan masing-masing adalah sebesar 6,45%, 6,79%, 7%, dan 7,35%.

Perlihatkan Lebih

6 Komentar

  1. I blog quite often and I seriously appreciate your information. The article has really peaked my interest.
    I’m going to bookmark your blog and keep checking for new details about once a week.
    I opted in for your Feed too.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami