Internasional

Sungai di Rusia Tiba-Tiba Berubah Warna Menjadi Merah Darah

BTN iklan

TYUMEN, Lei – Sebuah sungai di Tyumen, Siberia, Rusia mengalami fenomena aneh setelah airnya tiba-tiba berubah warna menjadi merah darah. Kejadian ini membuat para ahli dan orang-orang khawatir dengan kualitas air minum di daerah itu karena ada kemungkinan menimbulkan risiko kesehatan bagi warga setempat.

Pejabat di Siberia barat belum merilis hasil dari serangkaian tes pada sampel yang diambil dari sungai. Namun, kantor berita Rusia, Itar-Tass telah menyebut insiden ini mirip dengan yang “tertulis dalam Alkitab”.

Perubahan warna air di Sungai Molchanka terjadi sekira sepekan lalu. Warga lokal yang khawatir menduga seseorang telah membuang bahan kimia yang tidak diketahui jenisnya ke sungai dan menyebabkan air yang biasanya keruh berubah menjadi merah darah.

“Sungai Molchanka berubah merah atau merah jingga sekitar sepekan yang lalu. Warna yang tidak biasa itu paling terlihat antara permukiman Novotarmansky dan Molchanova,” kata Maria Paraschenko seorang penduduk Desa Novotarmansky sebagaimana dilansir Mirror, Sabtu (3/2/2018).

“Warnanya sepertinya tidak berubah rona atau intensitasnya,” tambahnya.

Juru bicara dari organisasi pengawas Rusia Rosprirodnadzor mengatakan bahwa saat ini mereka tidak memiliki dugaan mengenai penyebab fenomena ini. Dia menambahkan, Rosprirodnadzor menunggu hasil pengujian sebelum membuat kesimpulan.

Sementara Kepala Departemen Ekologi dan Sumber Daya Air Wilayah Tyumen, Alexander Rein mengatakan, pihak berwenang masih berusaha mencari sumber dari pencemaran sungai yang terjadi.

“Pejabat dari Otoritas Pengawasan Negara dan pemerintah wilayah Tyumen menyusuri sepanjang sungai, memeriksa apakah fenomena ini disebabkan oleh pembuangan limbah perusahaan.Sampel air diambil sepanjang area yang terkontaminasi.”

“Kami sedang menyelidiki kejadian ini dan berharap dapat mengetahui penyebabnya dalam 24 jam ke depan,” ujar Alexander.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami