HEADLINESHukum

Surati Kapolri, OC Kaligis Minta Kasus Denny Indrayana dan Bambang Widjojanto Dilimpahkan ke Pengadilan

BTN iklan

Sebelumnya pada tahun 2015 lalu Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Mabes Polri setelah melalui gelar perkara, resmi menetapkan Denny Indrayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Payment Gateway di Kemenkumham.

Menurut Kaligis, kasus korupsi yang ditangani polisi berbeda dengan yang diproses KPK. Kaligis menegaskan, usai dirinya ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK, dirinya langsung dicekal bepergian ke luar negeri, rekening pribadi diblokir bahkan langsung ditahan.

“Beda dengan perlakuan yang sangat diskriminatif terhadap tersangka Denny Indrayana. Setelah menjadi tersangka Polri, tidak dicekal dan dibiarkan pergi ke Australia, setelah kembali jadi pengacara Meikarta dan sekarang beracara di Mahkamah Konstitusi (MK) melawan pasangan pemenang Pilpres, Joko Widodo-Ma’ruf Amin,” kata Kaligis melalui surat yang dikirimkan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Sabtu, (25/05/2019).

Kaligis juga mengungkit kasus Praperadilan yang diajukan Komjen (Pol) Budi Gunawan yang ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK, yang waktu itu menjabat sebagai Wakapolri. Sebagai pihak yang ditunjuk sebagai kuasa hukum, kata Kaligis waktu di pengadilan dengan hakim tunggal Sarpin ternyata diketahui bahwa Ketua KPK, Abraham Samad dalam menetapkan tersangka tidak didasarkan kepada dua alat bukti yang sah.

“Sekarang polisi-pun mempetiskan kasus Abraham Samad. Selanjutnya hasil penyidikan penyidik terhadap Bambang Widjojanto dalam kedudukannya sebagai pengacara waktu itu, (kasusnya, red) juga dihentikan melalui deponeering. Jelas dengan deponeering, Bambang Widjojanto masih menyandang status tersangka. Kini Bambang Widjojanto diangkat sebagai pegawai DKI dengan mendapat gaji yang asalnya dari uang negara. Apakah memang demikian, keadaan hukum kita yang diskriminatif?”

Sekalipun Kaligis melihat ada kesan diskriminatif, dirinya masih berkeyakinan bahwa kasus hukum yang menjerat beberapa nama di atas akan ditindaklanjuti oleh Kapolri, dan segera dilimpahkan ke pengadilan.

“Akhirnya demi keadilan dan persamaan hukum, saya memohon agar perkara korupsi Denny Indrayana dan perkara pidana Abraham Samad segera dilimpahkan ke pengadilan. Dan juga melalui surat ini, saya memohon agar Jaksa Agung juga melimpahkan perkara pidana Novel Baswedan ke pengadilan sesuai perintah pengadilan. Saya juga memohon agar deponeering Abraham Samad dan Bambang Widjojanto yang tidak memenuhi unsur deponeering, agar dicabut kembali, dan tidak sesuai dengan asas perlakuan bahwa semua orang sama di mata hukum. Oleh karena itu, mereka juga harus diadili,” tandas Kaligis.

sumber: jarrak.id

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

76 Comments

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami