EkonomiFinansialHukum

Tabloid wanita Sudah Langgar Aturan

BTN iklan

Jakarta/LEI- PT Citra Media Persada diduga melanggar proses pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sembilan karyawannya. Proses PHK dinilai tak sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan.

Dari sembilan karyawan yang diduga mengalami PHK, empat diantaranya mengajukan keberatan atas tindakan tersebut. Salah satu karyawan yang diduga mengalami pemecatan, Budi Hartono menyebut ada dua poin yang menjadi tuntutan.

Pertama, terkait kesewenangan perusahaan meminta karyawan yang di-PHK untuk membuat surat pengunduran diri. Kedua, pembayaran pesangon yang disebut akan dilakukan dengan cara mencicil 24 kali selama dua tahun.

Menurut dia, keputusan PHK dilakukan manajemen secara mendadak tanpa pemberitahuan atau sosialisasi yang jelas.

Budi dan delapan orang rekannya yang kala itu masih bingung mengaku terpaksa menandatangani SKB. Setelah penandatanganan SKB, manajemen bahkan meminta mereka membuat surat pengunduran diri.

Ia mengaku sempat menerima tekanan dari pihak legal untuk membuat surat pengunduran diri. Akibat tekanan tersebut, ia pun tak heran dari sembilan orang yang di-PHK, hanya dia dan tiga rekannya yang akhirnya tidak membuat surat pengunduran diri.

Senada, Dewi Syafrianis yang juga merupakan rekan Budi mengaku mengalami hal yang sama. Namun, ia juga kekeh tak mau membuat surat pengunduran diri.

Atas ketidakadilan tersebut, Budi, Dewi, dan dua rekan lainnya mengadukan nasib mereka ke Federasi Serikat Pekerja Media Independen (FPMI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers.

Mediasi pertama antara perusahaan dan karyawan telah dilaksanakan di kantor LBH Pers. Namun, pihak manajemen Tabloid Wanita Indonesia tidak bergeming.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

40 Komentar

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami