Multifinance

Tahun Depan Kemenkop Tingkatkan Penyaluran KUR untuk Sektor Produktif

BTN iklan

Jakarta, LEI – Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM, Yuana Sutyowati menyampaikan, pihaknya akan meningkatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor produktif atau sektor riil menjadi 50% dari total penyaluran pada 2018.

Yuana dalam keterangan tertulis, Senin (25/12/2017), mengatakan, tahun-tahun sebelumnya sektor riil paling hanya mendapat 20% dana KUR. Tahun 2017 ini, dari target sebanyak 40%, sudah terealisasi 45% untuk sektor produktif.

Rinciannya, lanjut Yuana, data per 30 November 2017 penyaluran KUR telah direalisasikan sebesar Rp 91,3 trilyun dengan jumlah debitur empat juta orang lebih untuk sektor perdagangan (55%), sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan (24%), sektor jasa (12%), sektor industri pengolahan (6%), dan sektor perikanan (2%).

“Komposisi penyaluran lebih diperbanyak ke sektor produktif itu sesuai arahan Presiden Jokowi, dan Kemenkop dan UKM akan terus mendorong penyaluran ke arah itu,” katanya.

Yuana menambahkan, penyaluran KUR sepanjang 2017 ini dijalankan oleh 33 bank, empat lembaga keuangan, dan satu koperasi yakni Kospin Jasa. Dari total penyaluran tersebut masih didominasi tiga bank BUMN, seperti Bank BRI (Rp 68,46 trilyun atau 62,23% dengan 3.683.455 debitur), Bank Mandiri (Rp12,10 trilyun atau 11% dengan 208.058 debitur), dan Bank BNI (Rp7,87 trilyun atau 7,15% dengan 48.156 debitur).

Sedangkan realisasi KUR berdasarkan provinsi, yaitu Jateng (Rp 16,205 trilyun kepada 819.116 debitur), Jatim (Rp 156,586 trilyun kepada 804.400 debitur), dan Jabar (Rp 11,689 trilyun kepada 582.871 debitur).

Menurut Yuana, dalam upaya percepatan realisasi penyaluran KUR, pemerintah terus melakukan upaya. Di antaranya, mengikutsertakan lembaga keuangan bukan bank (LKBB) dan koperasi.

Bahkan, tahun ini, selain Kospin Jasa, ada satu lagi koperasi penyalur KUR yaitu KSP Kopdit Obor Mas (Maumere, NTT) yang memiliki jumlah anggota 75 ribu orang lebih dengan total aset Rp 575 milyar.

“Selain dua koperasi itu, ada lagi 10 koperasi yang sudah mendaftar sebagai penyalur KUR. Semoga akan semakin banyak koperasi menjadi penyalur KUR”, ujarnya.

Yang jelas, kata Yuana, program KUR digulirkan dengan tujuan meningkatkan akses UMKM kepada sumber permodalan. Sejak 2007 hingga 31 Desember 2016, total penyaluran KUR sebesar Rp295,15 triliun kepada 17,7 juta debitur dengan NPL secara nasional sekitar 3,3%.

“Tahun-tahun berikutnya pemerintah terus meningkatkan akses UMKM pada sumber pembiayaan. Terlihat dari target alokasi penyaluran KUR bertambah menjadi senilai Rp110 triliun di 2017 dari sebelumnya senilai Rp100 triliun di 2016. Demikian pula pemerintah sudah menurunkan suku bunga KUR dari 22% menjadi 9%,” kata Yuana.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami