Liputan

Taiwan Bantah Kabar Kurang Berdasar soal Tenaga Kerja Migran Indonesia

BTN iklan

Jakarta, 9/9 (LEI) – Kementerian terian Taiwan membantah berita yang beredar di beberpa laman pada pekan ini, seolah Taiwan akan lebih banyak mempekerjakan tenaga asng dari Vietnam, Thailan dan Filipina dibanding Indonesia.

Kabar seperti itu, kata siaran pers dari Taipei Economic and Trade Office (TETO) di terima LEI, Rabu di Jakarta, tidak benar dan tidak berdasar karena hingg siaran pers ini disamapikan, Kementerian Terian Tenaga Kerja Taiwan belum mengeluarkan kebijakan apa-pun tentang aturan tenaga migran.

Menanggapi laporan media Indonesia masing pada tanggal 6 dan 8 September 2020 mengenai Kementerian Tenaga Kerja Taiwan menolak untuk menerima peraturan Indonesia tentang pembebasan biaya penempatan pekerja migran, dan mengatakan bahwa Taiwan akan beralih mempekerjakan pekerja migran dari Vietnam, Thailand, dan Filipina sebagai bentuk penolakan terhadap langkah Indonesia, kurang tepat.

Dengan ini menyatakan bahwa laporan tersebut tidak sesuai dengan fakta. Setelah melakukan konfirmasi, pada tanggal 3 September 2020 pejabat Kementerian Tenaga Kerja Taiwan dalam wawancara dengan Kantor Berita CNA menyatakan bahwa pemerintah Taiwan mengetahui pemerintah Indonesia pada akhir bulan Juli telah secara sepihak mengumumkan peraturan tersebut, namun belum menerima pemberitahuan resmi.
Pihak Indonesia juga belum melakukan komunikasi dan negosiasi dengan kami. Kami berharap kedua pemerintah dapat segera merundingkan peraturan ini.

Berdasarkan hal tersebut diatas, pejabat Kementerian Tenaga Kerja Taiwan tersebut tidak pernah mengatakan bahwa Taiwan ”menolak” peraturan tersebut yang diajukan oleh pemerintah Indonesia, juga tidak pernah mengatakan bahwa akan beralih mempekerjakan pekerja migran dari Vietnam, Thailand, dan Filipina.

Kesimpulannya, pemberitaan kedua media tersebut yang tidak sesuai fakta dapat menyebabkan pemahaman salah terhadap hal ini, serta dapat merusak hubungan kerjasama antara Taiwan dan Indonesia.
Disini TETO mengklarifikasi dan menyarankan kepada media untuk tidak mengutip pemberitaan tersebut. Informasi yang benar terkait kasus ini harus berdasarkan berita yang dirilis oleh Kementerian Tenaga Kerja Taiwan maupun TETO, kata siaran pers itu.

@theo

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami