Internasional

Taiwan Berharap Indonesia Dukung Taiwan Dalam Sidang ICAO

BTN iklan

JAKARTA, 12/9 LEI – Dalam rangka perayaan peringatan berdirinya ICAO ke-75 tahun 2019, dan Sidang Majelis ICAO ke-40 yang akan diadakan pada minggu ketiga September di Kanada, Menteri Perhubungan dan Komunikasi Taiwan, Lin Chia-lung, menyerukan semua negara di dunia, termasuk Indonesia mendukung partisipasi Taiwan di ICAO demi memastikan keamanan penerbangan penumpang dan pengiriman dan peredaran barang kargo.

International Civil Aviation Organization (ICAO) adalah salah satu badan PBB yang diprakarsai oleh Chicago Convention pada tahun 1944 dan mengkhususkan kegiatannya pada bidang penerbangan. Oleh karenanya, Taaiwan tak mungkin dapat dipisahkan dalam kegiatan ICAO tersebut mengingat laju pertumbuhan penerbangan di Taiwan terus tumbuh dan meningkat pesat, demikian siaran pers dari TETO yang diterima LEI di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, Taiwan memiliki hubungan transportasi udara yang erat dengan berbagai negara wilayah. Wilayah Informasi Penerbangan Taipei (Taipei FIR) bertanggung jawab atas arus lalu lintas udara yang besar di Asia Timur, dan menyediakan lebih dari 1,75 juta layanan pengendalian lalu lintas udara pada tahun 2018.
Lebih dari 17 bandara Taiwan melayani lebih dari 68,9 juta penumpang pada tahun 2018, dan 92 maskapai penerbangan beroperasi di Taiwan, menerbangkan 313 rute penumpang dan kargo reguler, yang menghubungkan 149 kota di seluruh dunia.
Oleh karena itu, Taipei FIR adalah bagian yang tidak terpisahkan dari FIR global.

ICAO semestinya memperhatikan kebutuhan Taiwan untuk membangun saluran komunikasi dengan ICAO, dan secara langsung mendapatkan informasi peraturan dan ketentuan terbaru untuk memastikan transportasi yang aman bagi penumpang dan barang kargo di kawasan dan di seluruh dunia.

Menteri Lin juga menambahkan, Taiwan tidak dapat berpartisipasi dalam pertemuan, mekanisme, dan kegiatan ICAO. Baik dari ketepatan waktu, pendanaan, dan operasinya, Otoritas Penerbangan Sipil telah membayar lebih banyak upaya dan biaya daripada negara-negara lainnya untuk memastikan keselamatan penerbangan.

Kami berharap ICAO mau memperhatikan Taiwan agar bisa berpartisipasi dalam Sidang Majelis ICAO, dan mendapatkan informasi dan legitimasi yang diperlukan untuk memenuhi tujuan kerja sama regional ICAO “langit tidak berlubang (Seamless Sky)” dan sesuai prinsip “tidak ada yang dikecualikan.”
Ia juga menyebutkan, pada awal April 2019, Menteri Luar Negeri Kelompok G7 mengeluarkan komunike Pertemuan Menteri Luar Negeri, menyerukan ICAO untuk menerima partisipasi semua anggota aktif penerbangan sipil internasional.
Ini sejalan dengan harapan Taiwan sejak lama untuk berpartisipasi dalam ICAO.

Taiwan adalah pusat aliran penerbangan yang tinggi di Asia Timur, bertanggung jawab untuk keselamatan penerbangan regional dan global, serta pengembangan penerbangan sipil global dan kesejahteraan manusia.
***

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami