Hukum

Tak Hadiri Pemeriksaan e-KTP, KPK Akan Panggil Ulang Novanto

BTN iklan

Jakarta, LEI – Ketua DPR RI, Setya Novanto, tidak memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus korupsi e-TKP yang membelit tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong, Jumat (7/7/2017).

Novanto tidak memenuhi panggilan untuk menjalani pemeriksaan karena mengaku kesehatannya menurut sejak beberapa hari terakhir sebagaimana disampaikan Kepala Biro Pimpinan Kesetjenan DPR RI, Hani Tahaptari.

Kesekjenan DPR RI telah mengirimkan surat keterangan kepada KPK tentang kondisi Novanto dan meminta penjadwalan ulang (re schedule) waktu pemanggilan ketua DPR RI tersebut sebagai saksi.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, menyampaikan, bahwa pihaknya telah menerima surat pemberitahuan dari Novanto tentang ketidakhadirannya dalam pemeriksaan hari ini.

“Kami telah menerima surat yang ditandatangani oleh saksi Setya Novanto. Bahwa yang bersangkutan tidak bisa datang dalam pemeriksaan hari ini karena alasan kesehatan,” kata Febri.

KPK akan memanggil ulang Novanto untuk menjalani pemeriksaan untuk tersangka Andi Narogong. “Nanti kita lihat, nanti kita koordinasikan lanjut ke internal, kapan pemanggilan akan dilakukan kembali. Ada beberapa saksi yang dipanggil, tapi belum bisa hadir, tentu kita akan panggil kembali,” katanya.

KPK menetapkan Andi Narogong sebagai tersangka karena diduga bersama-sama dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, serta pihak lainnya melakukan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi dalam proyek e-KTP di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Atas ulah mereka dan pihak lainnya yang dinyatakan bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi tersebut, negara mengalami kerugian keuangan atau ekonomi sekitar Rp 2,3 trilyun dari proyek senilai Rp 5,9 trilyun.

KPK menyangka Andi melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami