EkonomiNasional

Tarif Ojek Online Ditetapkan, Apakah Masyarakat Rugi?

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Grab Indonesia menanggapi penetapan tarif Ojek Online (Ojol) yang baru saja diumumkan oleh Kementerian Perhubungan. Tarif ojek online diatur dalam Surat Keputusan Menteri Perhubungan yang akan ditandatangani pada hari ini.

Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Anreianno mengatakan, penetapan tarif baru untuk ojol akan berdampak kepada masyarakat menengah ke bawah. Karena dikhawatirkan mereka tidak lagi bisa menggunakan jasa ojek online yang memang selama ini masih menjadi pilihan utama karena tarif yang murah.

“Kebijakan ini akan berdampak signifikan kepada para pengguna dengan daya beli terbatas,” ujarnya.

Namun lanjut Tri, untuk menyerahkan masalah terkait konsumen kepada Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU). Sebab menurutnya, pihaknya tidak berkepentingan untuk mengakomodir keluhan konsumen

“Dalam hemat kami, lembaga perlindungan konsumen lebih kompeten dalam memberikan pandangan dari perspektif kepentingan konsumen,” jelasnya.

Sementara itu, saat ditanyai mengenai sikap aplikator terkait aturan tarif ojol, Grab masih belum bisa menentukan sikapnya. Sebab menurut Tri, pihaknya masih menunggu salinan resmi dari SK Menteri Perhubungan tersebut.

“Kami masih menunggu salinan keputusan resmi tertulis dari Pemerintah agar dapat mempelajari dengan teliti dan memberikan respons yang tepat,” jelasnya

Sebelumnya, VP Corporate Affairs Go-Jek mengatakan, Michael Say mengatakan, pihaknya tidak bisa banyak komentar terkait penerapan tarif baru dari Ojek Online tersebut. Sebab menurutnya, perusahaan harus mengkaji terlebih dahulu dampaknya baik kepada konsumen, driver maupun bagi aplikator itu sendiri.

Meskipun begitu, Go-Jek belum bisa menentukan sikap apakah akan mengikuti aturan tersebut atau tidak. Sebab pihaknya masih harus mengkaji secara internal terlebih dahulu mengenai tarif baru ini.

“Kami butuh untuk betul-betul mengkaji secara internal dulu dalam beberapa hari ke depan, karena pedoman tarif roda dua ini akan berdampak ke keseluruhan ekosistem kami,” jelas Michael.

Sebagai informasi, tarif ojek online yang baru ini sendiri akan terbagi menjadi tiga zona. Zona pertama adalah meliputi Sumatera Jawa (kecuali Jabodetabek) dan Bali, sementara zona kedua meliputi Jabodetabek, dan zona ketiga adalah meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku dan Papua.

Adapun tarifnya adalah untuk Zona 1 di kisaran Rp1.850 hingga Rp2.300 per km nett untuk pengemudi. Sementara biaya jasa minimal yang diterima pengemudi adalah Rp7000 hingga Rp10.000 per 4 km.

Sementara untuk zona kedua adalah tarif yang didapatkan oleh pengemudi yakni Rp2.000 hingga Rp.2500 per km. Adapun biaya jasa minimalnya yakni Rp8.000 hingga Rp10.000 per 4 km.

Lalu terakhir zona ketiga adalah Rp2.200 hingga Rp2.600 per km. Adapun biaya jasa minimalnya adalah Rp7.000 hingga Rp10000 per 4 km. [Okezone]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close