Internasional

Temui Korban Pelecehan Seksual di Cile, Paus Fransiskus Sampaikan Permintaan Maaf

BTN iklan

SANTIAGO, Lei – Dalam kunjungannya ke Cile, Paus Fransiskus mengadakan pertemuan pribadi dengan anak-anak korban pemerkosaan dan penganiayaan oleh pendeta. Paus Fransiskus secara terbuka mengungkapkan “kepedihan dan rasa malu”-nya atas kejadian tersebut. Juru bicara Vatikan Greg Burke mengatakan bahwa pertemuan tersebut digelar di Kedutaan Besar Vatikan di Santiago.

“Tidak ada orang lain yang hadir. Hanya paus dan korban saja. Begitulah mereka bisa berbicara tentang penderitaan mereka kepada Paus Fransiskus, yang mendengarkan mereka dan berdoa bersama mereka,” kata Burke, dinukil dari Reuters, Rabu (17/1/2018).

Pertemuan tersebut merupakan yang kedua kalinya dalam kunjungan Pemimpin Umat Katolik Sedunia ke luar negeri untuk bertemu dengan korban pelecehan seksual. Pertemuan terakhir dalam sebuah perjalanan adalah di Philadelphia, Amerika Serikat, pada 2015.

Burke menolak memberikan rincian terkait pertemuan tersebut, namun sebuah pernyataan mengatakan bahwa Paus Fransiskus meminta maaf atas pelanggaran yang dia katakan adalah “kerusakan yang tidak dapat diperbaiki” kepada para korban.

Paus pertama kali menyampaikan permintaan maafnya di Istana Kepresidenan La Moneda, sebuah pilihan yang tidak biasa karena paus biasanya berbicara tentang permasalahan pelecehan seksual kepada para pemimpin gereja, bukan politisi.

Namun skandal tersebut telah mencengkeram negara tersebut, mendorong banyak politisi untuk mengkritik gereja di negara Katolik yang kukuh, di mana krisis tersebut telah merusak kredibilitasnya.

“Di sini saya harus mengungkapkan kepedihan dan rasa malu saya atas kerusakan yang tidak dapat diperbaiki yang timbul pada anak-anak oleh beberapa pejabat gereja,” kata Paus Fransiskus dan disambut dengan tepuk tangan meriah, termasuk dari Presiden Cile Michelle Bachelet dan para diplomat.

Kasus pelecehan tersebut berawal pada penunjukan Uskup Juan Barros untuk memimpin keuskupan kecil Osorno di Cile selatan tengah. Uskup Barros telah dituduh melindungi mantan mentornya, Pastor Fernando Karadima, yang dinyatakan bersalah dalam penyelidikan pada 2011 karena melecehkan seorang remaja laki-laki selama bertahun-tahun. Karadima membantah tuduhan tersebut dan Barros mengatakan bahwa dia tidak mengetahui adanya kesalahan.

Tidak jelas apakah korban yang ditemui Paus dilecehkan oleh Karadima atau bukan. Burke hanya mengatakan bahwa mereka semua adalah korban pelecehan oleh para pendeta.

Seiring dengan semakin berkembangnya sekularisasi di Cile, skandal itu telah mencoreng reputasi gereja yang berdiri sebagai pembela hak asasi manusia selama masa kediktatoran Augusto Pinochet pada 1973-1990.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close