Terbukti Bohong, Miryam Dihukum 5 Tahun Penjara – Legal Era Indonesia
Hukum-Bisnis

Terbukti Bohong, Miryam Dihukum 5 Tahun Penjara

pilkada

Jakarta, LEI – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis mantan Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Hanura, Miryam S Haryani, 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan.

“Menjatuhkan pidana oleh karenanya kepada terdakwa Miryam S Haryani dengan pidana penjara lima tahun dan pidana denda sebesar Rp 200 juta,” kata Ketua Majelis Hakim, Frangki Tambuwun, membacakan amar putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (13/11/2017).

Majelis menjatuhkan vonis tersebut karena menyatakan Miryam terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti memberikan keterangan palsu dalam sidang perkara korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto.

Menurut majelis, perbuatan terdakwa Miryam itu melanggar Pasal 22 juncto Pasal 35 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Miryam terbukti tidak mendapat tekanan dan ancaman dari trio penyidik KPK terdiri dari Novel Baswedan, Ambarita Damanik, dan M Irwan Susanto pada pemeriksaan tanggal 1, 7, dan 14 Desember 2016 serta 24 Januari 2017. Sehingga alasan pencabutan seluruh BAP-nya adalah bohong.

Menurut majelis, pengakuan Miryam itu tidak sejalan dengan keterangan trio penyidik KPK dan juga Irman dan Sugiharto saat dihadirkan sebagai saksi pada tanggal 30 Maret 2017.

Adapun hal-hal yang memberatkan dan menjadi pertimbangan majelis hakim dalam menjatuhkan vonis adalah Miryam tidak membantu program pemerintah dalam memberantas korupsi dan tidak mengakui perbuatannya.

Sedangkam untuk pertimbangan yang meringankannya, menurut majelis, terdakwa Miryam berlaku sopan selama di persidangan dan belum pernah dihukum.

Atas vonis tersebut baik Miryam dan jaksa penuntut umum KPK masih pikir-pikir atau belum menentukan sikap. Miryam sebelumnya dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider enam bulan kurungan.

iklan btn

To Top