BTN iklan
LiputanNasional

Terjadi 14 Kali Guncangan Susulan Usai Gempa Situbondo 6,3 SR

Jakarta (lei) –  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat setidaknya telah terjadi 14 kali gempa susulan pascaguncangan tektonik 6,3 SR di wilayah timur laut Situbondo pada Kamis (11/10) dini hari.

“Hingga pukul 08.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 14 aktivitas gempa susulan,” ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhammad Sadly.

Gempa susulan yang paling kuat terjadi pada pukul 02.22 WIB dengan kekuatan 3,5 magnitudo. Sementara, gempa paling lemah terjadi pada pukul 03.13 WIB dengan kekuatan 2,4 SR.BMKG melihat tren bahwa kekuatan gempa semakin melemah. Namun pihaknya belum bisa memastikan kapan gempa susulan akan berhenti.

“Kami perlu 2-3 hari untuk mengatakan kapan gempa susulan akan berhenti. Namun masyarakat tidak perlu terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” sambungnya.

Pusat gempa yang menewaskan tiga orang korban di Kabupaten Sumemenep ini terletak di 7,46 LS dan 114,44 BT atau di56km arah timur lau Situbondo pada kedalaman 12 km. Berdasarkan permodelan menunjukkan bahwa gempabumi ii tidak berpotensi gempa.Guncangan gempa dilaporkan dirasakan di Madura dan Bali. Di Pulau Sapudi dan Kalianget Kabupaten Sumenep gempa dirasakan gempa dirasakan dalam skala intensitas IV-V MMI. Hasilnya, beberapa rumah dilaporkan rusak.

Di Situbondo, Banyuwangi, dan Jembrana Bali Barat gempa dirasakan dalam skala intensitas III MMI. Selain kerusakan rumah, Candi Bentar yang berada di Jembrana dilaporkan juga mengalami kerusakan

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close