Hukum

Ternyata Ini Sebabnya KPK Ingin Sekali Periksa Ganjar Pranowo

BTN iklan

SEMARANG, (LEI) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan anggota DPR RI Melchias Marcus Mekeng nampak kompak untuk tak penuhi panggilan pemeriksaan KPK, Rabu (3/1/2018). Kedua politisi ini diperiksa penyidik sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik (e-KTP) Kemendagri Tahun 2011-2013 dengan tersangka anggota DPR dari Partai Golkar, Markus Nari.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengungkapkan, penyidik memerlukan keterangan Ganjar dan Mekeng untuk kasus e-KTP Markus Nari dalam kaitan karena adanya perubahan atau penambahan anggaran dalam proses pembahasan proyek e-KTP di DPR setelah proyek nasional itu bergulir.

“Perkara dengan tersangka MN (Markus Nari) tersebut kan masih terkait langsung dengan kasus KTP elektronik, terutama untuk aspek peningkatan anggaran di sana,” kata Febri di kantor KPK, Jakarta, Rabu (3/1/2018) malam.

Febri belum bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai perubahan anggaran proyek e-KTP itu. Ia juga tidak bisa memastikan ada atau tidaknya ‘kongkalikong’ dan aliran dana pelicin atas peningkatan anggaran proyek e-KTP tersebut.

“Jadi, tentu kami perlu menguraikan proses pembahasan sejak awal di DPR itu seperti apa, sampai dengan proses permintaan penambahan anggaran itu,” kata Febri.

Ganjar Pranowo dan Melchias Mekeng malah mangkir dari panggilan pemeriksaan penyidik KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi e-KTP dengan tersangka Markus Nari, pada Rabu, 3 Januari 2018. Ganjar beralasan dirinya selaku Gubernur Jateng ada tugas kedinasan yang tidak bisa diwakilkan.

Tapi pihak KPK bermurah hati menyetujui permintaan jadwal ulang pemeriksaan keduanya.

Ganjar Pranowo sebelum terpilih menjadi Gubernur Jateng adalah anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan pada periode 2004-2009 dan 2009 hingga 2013.

Sementara, Melchias Marcus Mekeng merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar selama tiga periode sejak 2004 hingga sekarang.

Dari surat dakwaan perkara dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa mantan pejabat Kemendari, Irman dan Sugiharto terungkap, semula hasil pembahasan DPR dan Kemendagri disepakati proyek pengadaan KTP elektronik senilai sekitar Rp5,9 triliun dengan sistem anggaran tahun jamak (mulityears) 2011-2012.

Namun, hingga Maret 2012, konsorsium Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) sebagai pemenang lelang proyek e-KTP tidak mampu menyelesaikan target pekerjaan pengadaan blangko sebanyak 65.340.367 keping dengan nilai Rp 1,045 triliun. Padahal, sesuai perjanjian lelang, konsorsium BUMN itu ditarget waktu kontrak kerja sampai 31 Oktober 2012.

Setelah mengajukan usulan penambahan anggaran proyek e-KTP dalam APBN-P 2012 kepada Menteri Keuangan, Gamawan Fauzi selaku Mendagri melakukan rapat kerja dengan Komisi II DPR pada Juni 2012.

Kedua pihak itu sepakat tambahan anggaran Rp 1,045 triliun ditampung dalam APBN 2013.

Namun, dalam pengesahan DIPA APBN 2013 di DPR, jumlah tambahan anggaran untuk proyek e-KTP itu senilai hampir Rp 1,5 triliun. Anggaran itu terdiri dari permintaan Gamawan Fauzi sebesar Rp 1,045 triliun dan sebesar Rp 447,6 miliar adalah anggaran untuk kelanjutan penerapan e-KTP secara reguler tahun 2013.

Ganjar Pranowo dan Melchias Marcus Mekeng telah beberapa kali dipanggil dan diperiksa penyidik KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi e-KTP.

Bahkan, nama Ganjar dan Mekeng masuk dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto. Dalam surat dakwaan tersebut, Ganjar Pranowo selaku anggota DPR RI disebut menerima uang sebesar 520.000 Dollar AS.

Sedangkan Melchias Marcus Mekeng selaku Ketua Badan Anggaran DPR disebut menerima uang 1,4 juta Dollar AS. Bahkan, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin dalam persidangan sempat membeberkan adanya aliran uang untuk Ganjar.

Padahal dia mengaku melihat langsung pemberian uang kepada Ganjar. Namun, dalam berbagai kesempatan, Ganjar dan Mekeng membantah terlibat dalam kasus korupsi proyek nasional yang menelan anggaran Rp 5,9 triliun dan merugikan negara sekitar Rp2,3 triliun itu.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami