Liputan

Ternyata Sebelum Diseret KPK, Bupati Cirebon Sering Hubungi Mendagri via Telepon

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bercerita beberapa hari terakhir, Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra sering menghubunginya via telepon. Sunjaya meminta supaya Tjahjo segera memproses permohonan pergantian sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Jujur, saya curiga. Sudah tiga sampai lima hari terakhir, Pak Bupati telepon saya terus. Dia minta izin saya untuk mengganti beberapa SPKD dia,” ujar Tjahjo, saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Kamis (25/10).

Beberapa hari kemudian KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menyeret Sunjaya dalam kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Hal ini menjawab kecurigaan Tjahjo.

“Saya saat itu masih dalam kesibukan ya, makanya belum saya terima,” lanjut dia.

Tjahjo menyampaikan kepada Sunjaya jika ingin mengganti SKPD, maka ikuti saja ketentuan peraturan yang ada, yakni berkonsultasi terlebih dahulu dengan Gubernur Jawa Barat.

“Dulu yang menentukan Mendagri. Tapi sekarang, saya serahkan kepada gubernur karena yang mengetahui SDM kan gubernur. Mendagri jadinya hanya teken SK saja siapa, sudah enggak mikir siapa orangnya lagi,” lanjut Tjahjo.

Setelah Tjahjo mendengar informasi penyidik KPK melakukan OTT atas 7 orang, Rabu malam, dan salah satu di antaranya adalah sang bupati, Tjahjo menduga kuat permintaan Sunjaya melalui telepon itu ada kaitannya dengan kasus yang ditangani KPK itu.

Saat ini, Tjahjo sedang mempersiapkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Cirebon menjadi pelaksana tugas bupati Cirebon.

 

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami