Hukum

Ternyata Sudah Ada 3000 Klien di nikahsirri.com

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Hasil pengumpulan data yang dilakukan polisi, sebanyak 2.700 klien (orang yang menjadi pasangan untuk dinikahi) dan sisanya menjadi mitra (orang yang ingin dinikahi). Ini menujukkan bahwa peminat layanan nikahsirri.com cukup tinggi.

Padahal situs tersebut baru saja diluncurkan Selasa minggu lalu (19/9/2017) hingga kemarin. Jika tidak segera ketahuan dan diblokir kemungkinan akan semakin banyak yang bergabung.

Aris Wahyudi (AW), pemilik nikahsirri.com, juga sudah ditangkap dini hari kemarin (24/9). Layanan online lelang keperawanan dan nikah siri itu dinilai penegak hukum sebagai pelanggaran pidana.

Aris ditangkap jajaran cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya di Bekasi, Jawa Barat. Polisi menjerat pria 49 tahun itu dengan tuduhan pelanggaran terhadap undang-undang pornografi dan perlindungan anak.

”Kami mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya, satu laptop, lima buku tabungan, dan satu handphone,” kata Dirkrimsus Polda Metro Kombespol Adi Deriyan kemarin (24/9).

Mekanisme di situs tersebut, orang yang ingin menjadi klien, harus mendaftar Rp 100 ribu. Aris juga mendapatkan bagi hasil dari mahar yang berhasil didapatkan mitra. Rinciannya, 80 persen untuk mitra, 20 persen untuk Aris.

Porsi itu tidak bisa ditawar, dan Aris membuat saluran pembayaran online agar mitra tidak mangkir dari kewajiban. ”Misal, mitra A menentukan besaran mahar 200 poin. Berarti klien membutuhkan 200 poin kan. Setiap poin itu dibeli klien dari AW. Dan dari sana, Aris langsung memotong 20 untuk dirinya,” papar Adi.

Apakah nikahsirri.com adalah bentuk prostitusi yang berkedok agama? Adi sendiri mengaku belum bisa menjawab. Dia mengatakan, pihaknya perlu mendalami terlebih dulu.

”Kami akan cek, apakah benar mitra dan klien ini belum berkeluarga. Jadi tidak boleh asal ngomong begitu,” bebernya.

Sementara itu, terkait keuntungan yang didapat AW, Adi mengaku mendapat barang bukti uang tunai Rp 5 juta. Uang itu diamankan ketika penangkapan.

Menurut dia, jumlah tersebut belum bisa dikatakan sebagai keuntungan. Adi mengatakan, dirinya bakal bekerja sama dengan PPATK untuk menelusuri keuangan AW.

Uang Rp 5 juta tidak masuk akal jika dihitung dengan jumlah klien yang terdaftar. Jika dihitung secara garis besar, dari 2.700 klien tersebut, pengelola nikahsirri.com akan mendapatkan sekitar Rp 270 Juta karena masing-masing membayar Rp 100 ribu.

Lanjut Adi, ada dua poin yang dilanggar oleh Aris.

Poin pertama, ada indikasi eksploitasi anak di bawah umur. Sebab, syarat menjadi mitra minimal berusia 14 tahun.

Lalu, poin kedua, berkaitan dengan fitur foto yang diduga memuat unsur pornografi. Setelah klien membayar mahar, terlihat mitra mengirimkan beberapa foto syur.

Selain itu, ada beberapa gambar dari situs yang menunjukkan tindakan pornografi. Misalnya, uang koin yang memperlihatkan “hubungan orang dewasa”.

Kanit II Cyber Crime Kompol James Hutajulu menyebutkan, pelaku mendaftar dengan webhosting di luar negeri.

Pendaftaran tersebut dilakukan secara online, dan tidak dipungut biaya. Dia merahasiakan lokasi webhosting yang digunakan oleh Aris. ”Awalnya free, beberapa bulan kemudian bayar menggunakan mata uang dolar,” ungkapnya. [jawapos]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

3 Comments

  1. Oh my goodness! Impressive article dude! Thank you so much, However I
    am encountering troubles with your RSS. I don’t understand the reason why I am unable to subscribe
    to it. Is there anybody getting similar RSS problems?
    Anybody who knows the solution will you kindly respond?

    Thanx!!

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami