Hukum

Tersangka Merry Purba Jalani Pemeriksaan di KPK

BTN iklan

Jakarta (Lei) – Hakim adhoc Pengadilan Negeri Medan yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Merry Purba, hari ini menjalani pemeriksaan. Merry Purba diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lain dalam kasus ini, yaitu Helpandi, Panitera Pengganti PN Medan.

Sebaliknya, tersangka Helpandi hari ini diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Merry Purba.

“Diagendakan pemeriksaan saksi terhadap dua tersangka kasus tindak pidana korupsi suap kepada hakim terkait dengan penanganan perkara tipikor di PN Medan,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan resminya, Rabu (5/9/2018).

Seusai ditetapkan sebagai tersangka, Merry Purba mengatakan dirinya tidak mengerti satu hal pun terkait dengan alasan ditetapkannya dia sebagai tersangka oleh KPK.

Hal tersebut disampaikan Merry Purba di luar gedung KPK usai menjalani pemeriksaan sekitar sepuluh jam dan langsung ditetapkan sebagai tersangka.

“Saya tidak mengerti atas dasar apa saya jadi ditahan seperti ini. Sampai sekarang saya tidak tahu apa-apa,” ujar Merry, Rabu (29/8/2018).

Berdasarkan keterangan resmi KPK, Merry diduga menerima hadiah atau janji terkait dengan putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk ditangani.

“Diduga total pemberian yang sudah terealisasi dalam kasus ini adalah SGD280 ribu. SGD130 ribu ditemukan KPK di tangan H — Helpandi, selaku penerima lainnya yang juga beprofesi sebagai Panitera Pengganti PN Medan — sedangkan SGD150 ribu sisanya diduga telah diterima oleh MP,” papar Ketua KPK Agus Rahardjo pada saat konferensi pers.

Selain itu, tersangka Merry Purba mengatakan dirinya tidak mengenal, tidak pernah bertemu, dan tidak pernah berkomunikasi dengan tersangka Tamin Sukardi, terdakwa kasus tindak pidana korupsi yang diduga sebagai pihak yang memberi hadiah atau janji dalam kasus ini.

“Enggak kenal. (Kenal) waktu perkara saja, waktu sidang,” ujar Merry.

Dari total delapan orang yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan pada Selasa (28/8/2018) lalu di Medan, empat orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Keempat tersangka tersebut, yaitu:

Sebagai penerima;
•Merry Purba, Hakim Adhoc tipikor di PN Medan
•Helpandi, Panitera Pengganti di PN Medan

Sebagai pemberi:
•Tamin Sukardi, swasta
•Hadi Setiawan, orang kepercayaan Tamin Sukardi dan swasta

Sebagai pihak yang diduga penerima, Merry Purba dan Helpandi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau huruf Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara itu, sebagai pihak yang diduga pemberi, Tamin Sukardi dan Hadi Setiawan disangkakan melanggar pasal 6 (1) huruf a atau Pasal 5 (1) a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × four =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami