HEADLINESKesehatanLifestyleLiputan

Tersedak : Pertolongan Pertama yang Wajib Anda Ketahui

Tersedak bisa berakhir dengan kematian, jangan anggap remeh

BTN iklan

Ditulis oleh: dr. Naomi (Freiburg, Jerman)

Tersedak adalah gangguan berupa sumbatan jalan nafas dan berpotensi menimbulkan kematian jika tidak segera dilakukan pertolongan awal. Tersedak tering terjadi pada anak dan lansia. Pada bayi dan anak, kejadian ini bisa terjadi saat makan atau bermain karena mereka kadang suka memasukan benda asing ke mulut. Tersedak harus diwaspadai juga ketika bayi dan balita sedang dilatih makan sendiri.

Deteksi gejala tersedak harus dilakukan dengan cepat. Tersedak memliki ciri gangguan nafas tiba –  tiba dengan batuk dan sulit bicara. Arahkan kecurigaan pada tersedak benda asing jika gejala muncul tiba – tiba dan baru saja makan atau memainkan benda kecil sesaat sebelum timbul gejala. Kemudian amati keparahan sumbatan jalan nafas dengan menilai apakah korban bisa batuk dengan efektif.

Batuk yang tidak efektif adalah batuk yang tidak bersuara disertai kesulitan bernafas, kebiruan, dan penurunan kesadaran. Batuk yang efektif adalah batuk yang keras tanpa disertai kesulitan bernafas dan responsif. Anak yang batuk efektif juga bisa merespons pertanyaan dengan tangisan atau jawaban verbal.

1. Back Blow

 

Jika seseorang / bayi tersedak, tidak bisa batuk efektif, dan masih sadar penuh, lakukan 5 hentakan (back blow) dengan cukup kuat menggunakan pangkal telapak tangan di punggung di antara dua tulang belikat. Penolong memposisikan bayi telungkup dengan kepala lebih rendah dan penolong berlutut atau duduk di kursi sehingga dapat menopang bayi di pangkuannya dengan aman. Untuk bayi, topang  kepala dengan ibu jari di satu sisi rahang dan yang lain menggunakan satu atau dua jari tangan yang sama tanpa menekan jaringan lunak di bawah rahang. Untuk anak usia di atas 1 tahun, kepala tidak perlu ditopang secara khusus.

2. Chest Trust

  

Jika manuver back blow gagal, lakukan 5 hentakan dada (chest thrust). Pada bayi, penolong memosisikan badan bayi telentang dengan kepala lebih rendah mengarah ke bawah. Supaya lebih aman, sebaiknya penolong meletakan punggung bayi di lengan yang bebas dan menopang ubun – ubun dengan tangan, kemudian topang lengan dengan paha. Identifikasi lokasi chest thrust  di tengah – tenagh tulang dada, lakukan hentakan dengan 2 jari (jari telunjuk dan jari tengah). Jika benda asing belum keluar, ulangi tindakan dari awal.

3. Heimlich Manuver

  

Pada dewasa dan anak usia di atas 1 tahun, untuk mengeluarkan benda asing bila anak sadar dapat dilakukan dengan cara manuver Heimlich. Penolong berdiri di belakang korban dan meletakan letak lengan di bawah lengan korban mengelilingi pinggangnya. Tangan penolong dikepalkan dan diletakan di antara pusar dan tulang dada penderita. Raih kepalan tangan dengan tangan lainnya dan hentakan ke arah atas dan belakang tubuh penderita sebanyak 5 kali.

Bila korban mengalami sumbatan jalan nafas dan tidak sadar, lakukan bantuan hidup dasar, dan segera memanggil layanan gawat darurat. Bantuan hidup dasar versi CAB (kompresi dada, jalan nafas, bantuan nafas) dilakuakan dengan memberikan kompresi dada sebanyak 30 kali tanpa perlu memeriksa nadi, dilanjutkan dengan pemberian 2 kali bantuan nafas, dilakukan sebanyak 5 siklus ( 2 menit ). Jika mulut korban terbuka, periksa posisi benda asing dan keluarkan jika memungkinkan.

Beberapa tindakan untuk mencegah tersedak pada anak adalah memotong makanan menjadi bagian yang kecil, memasak makanan yang keras sampai lunak, mengawasi anak saat makan, menghindarkan benda kecil dari jangkauan anak, membuang mainan yang rusak, memberikan mainan pada anak sesuai dengan usia yang direkomendasikan.

Kita juga bisa mencegah diri sendiri tidak tersedak dengan mengunyah makanan secara sempurna serta sediakan air minum di dekat kita saat sedang makan untuk membantu menelan. Hindari berbincang atau tertawa saat sedang makan untuk menghindari makanan menyumbat saluran udara. Selalu berhati-hati sobat sehat LEI!

 

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

10 Komentar

  1. Greetings! I know this is somewhat off topic but
    I was wondering which blog platform are you using for this website?
    I’m getting sick and tired of WordPress because I’ve had issues with hackers
    and I’m looking at alternatives for another platform.
    I would be fantastic if you could point me in the direction of a good platform.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami