BTN iklan
Internasional

Tertimbun 30 Tahun di Loteng, Koper “Harta Karun” Ini Gambarkan Potret London Masa Lalu

(LEI)-Tidak sering kita mendapat kiriman gambar-gambar yang membuat kita terkesima, terlebih yang diambil puluhan tahun lalu.

Namun, kali ini itulah yang terjadi: gambar-gambar hitam dan putih yang indah dan begitu lama tersembunyi, tertimbun di sebuah loteng yang menunggu untuk dibawa keluar dan dinikmati.

Foto-foto ini diambil oleh John Turner, seorang manajer properti yang dulu bekerja di pusat kota London, yang baru-baru ini foto-foto karyanya ditemukan oleh putrinya, Liz dan suaminya, Martin Carroll.

Setelah John Turner meninggal dunia pada 1987, jandanya, Betty, memberikan sebuah koper kepada suami-istri itu.

Suasana di sebuah pasar di Berwick Street Market, Soho, London, 1957. (Foto: John Turner, sumber BBC Indonesia)

Di dalam koper itulah, sekilas tampak foto-foto keluarga dan foto-foto lain yang diabadikan John Turner untuk klub fotografinya. Semua karyanya di dalam koper itu disimpan begitu saja di loteng selama 30 tahun.

“Setelah bersih-bersih pada tahun lalu, saya lalu menelusuri laci-laci untuk menyelamatkan foto-foto keluarga yang layak disimpan,” kata Martin Carroll yang pernah bekerja sebagai fotografer industri komersial.

“Betapa terkejutnya saya atas apa yang saya temukan, atas lembar-lembar foto yang kemudian saya lihat satu demi satu.”

Foto-foto itu diyakini diambil ketika Turner bekerja sebagai manajer properti, di sela-sela perjalanannya dari satu lokasi ke lokasi lain.

Suasana jelang final Piala FA 1936, saat klub London, Arsenal, menghadapi Sheffield United.  (Foto: John Turner, sumber BBC Indonesia

Martin dan Liz tidak yakin apakah ayahnya pernah menunjukkan karya-karya itu kepada orang lain—tetapi setelah dikeluarkan dari loteng, pasti banyak yang ingin melihatnya.

Mereka merasa foto-foto itu benar-benar layak untuk diketahui umum agar John dihargai sebagaimana seharusnya seorang fotografer berbakat. Mereka juga berharap untuk menyelenggarakan pameran karyanya suatu waktu.

“Kami harus menambahkan bahwa, setelah melihat semua negatif, dia tampaknya hanya mengambil satu jepretan saja untuk setiap subjek,” kata Martin.

Dua perempuan menikmati suasana piknik di antara potongan koran di jalanan, 6 May 1960, ketika putri Margaret menikah dengan fotografer Antony Armstrong-Jones. (Foto: John Turner, sumber dari BBC Indonesia)

Martin telah memindai negatif-negatif asli karena ternyata banyak yang tidak dicetak, hanya dibuat cetakan kontak, yang memberikan gambaran selintas tentang karya-karya John Turner.

Turner berkarya dengan berbagai format, dari 35 mm hingga rol film 6 cm x 9 cm, sering menggunakan kamera lipat, serta Leica dan Rollei.

Putrinya Liz merasa mereka telah mendapat gambaran John Turner yang sebenarnya.

“Foto-foto ini adalah siapa ayah saya sebenarnya,” katanya. “Foto-foto itu menunjukkan bakat seninya yang tersembunyi.” (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close