PKPU

Tetap Beroperasi Namasindo Plas Diajukan PKPU

BTN iklan

Jakarta,LEI – Perusahaan botol plastik PT Namasindo Plas berjanji tidak akan menyetop produksi, kendati tengah menjalani persidangan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) di pengadilan.

PT Namasindo Plas (termohon) sedang diajukan PKPU oleh salah satu krediturnya PT Mbresindo. Perkara ini terdaftar dengan agenda No.1/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN.Jkt.Pst. Sidang telah memasuki agenda jawaban dan pembuktian.

Kuasa hukum PT Namasindo Plas Aji Wijaya dari kantor hukum Aji Wijaya & Co mengatakan, pihaknya tidak ingin proses PKPU menghambat operasional perusahaan.

Perusahaan akan tetap melanjutkan ekspor botol plastik ke sejumlah negara. Dia mengklaim Namasindo Plas merupakan produsen botol plastik terbesar di Asia Tenggara.

“Intinya kami meminta kesempatan untuk restrukturisasi utang tanpa menghentikan operasional perusahaan,” katanya usai sidang di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Senin (22/1).

Hal ini, lanjut dia, sejalan dengan komitmen direksi dan perjanjian dengan pihak kreditur. Aji mengaku PT Namasindo Plas memiliki dua kreditur terbesar.

Tak tangung-tanggung, jumlah utang ke PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Rp1,7 triliun. Selain itu, kewajiban perseroan ke perusahaan asal Hongkong SC Lowy Rp1,5 triliun.

Aji menjelaskan kedua kreditur pemegang tagihan mayoritas itu berpesan agar Namasindo tetap beroperasi dan memenuhi kebutuhan pasar.

Dia juga telah mengakui memiliki utang kepada kreditur konkuren PT Mbresindo selalu pemohon PKPU. Utang Namasindo kepada pemohon PKPU sebesar Rp3,78 miliar.

Oleh karena itu, ungkap Aji, perseroan mendukung langkah PKPU sehingga dapat merestrukturisasi seluruh utang kepada kreditur. Aji berharap komitmen melunasi utang dapat dibuktikan dalam proses PKPU.

Seperti diketahui, PT Namasindo Plas merupakan produsen polycarbonate (PC) asal Bandung yang didirikan sejak 2001. Produknya mencakup botol polythylene terephthalate (PET), penutupan, dan PC botol galon. Perusahaan menyuplai botol untuk minuman kemasan merek ternama di Tanah Air.

Dalam melancarkan bisnisnya, PT Namasindo Plas menggunakan mesin dari Eropa untuk memproduksi botol.

Di sisi lain, PT Mbresindo optimis permohonan PKPU terhadap PT Namasindo Plas dikabulkan oleh majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Kuasa hukum PT Mbresindo (pemohon PKPU) Bontor Tobing mengatakan, pihaknya telah mengajukan bukti untuk memperkuat dalil permohonan restrukturisasi utang.

Bukti yang diajukan yakni dokumen purchase order dan invoice tagihan. Tagihan tersebut dinilai sudah jatuh tempo dan dapat ditagih.

“Bukti yang kami ajukan sudah membuktikan kalau utang kami juga sederhana,” katanya usai sidang di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Senin (22/1).

Bontor menambahkan, pihaknya turut mengajukan kreditur lain dengan piutang fantastis. Namun, dia belum mau menguak siapa kreditur lain tersebut. “Nanti saja tunggu putusan PKPU jika dikabulkan,” tuturnya singkat.

Sebelumnya, perusahaan yang merancang botol kemasan merek minuman ternama ini sudah dua kali lolos dari permohonan serupa yang dilayangkan Bank ANZ pada tahun lalu.

Pertama, PT Namasindo Plas diseret PT Bank ANZ karena tidak membayar utang yang jatuh tempo dan dapat ditagih. Bank ANZ mengklaim mengantongi tagihan Rp299,93 miliar dan US$10,97 juta.

Perkara tersebut terdaftar dengan No. 92/Pdt.Sus-PKPU/2016/PN.Niaga.Jkt.Pst. Pada saat itu permohonan Bank ANZ ditolak oleh majelis hakim lantaran utang bank ANZ tidak bisa dibuktikan secara sederhana.

Kedua, Bank ANZ kembali mengajukan permohonan PKPU dengan No. 20/Pdt.Sus-PKPU/2017/PN.Niaga.Jkt.Pst. Namun PKPU ini berakhir damai di luar persidangan. Bank ANZ mencabut permohonannya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close