LifestyleTraveling

The Beatles Hidup Kembali di Roppongi

BTN iklan

(LEI) – Malam kedua di Tokyo kami tidak menyia-nyiakan untuk tidur sore, dengan suhu udara 3 derajat celsius dan dinginya malam kami bergegas ke daerah Roppongi, daerah gemerlap yg tak pernah tidur.

hardrock cafe roppongi
Sampai di Hardrock Cafe Ropppongi (dok. LU-LEI)

Dengan diantar taxi sampailah kami di Hardrock Tokyo. Lagu ber-genre rock yang keras memekakan telinga ketika kami memilih tempat, sangat berbeda dengan Bali dan Jakarta, tempat luas dan ada live music setiap malam.

Tokyo merupakan kota metropolitan dengan harga tanah dan bangunan yang sangat mahal, tempat hiburan di Roppongi sangat kecil-kecil dan berkelok, kadang dibawah tanah.

Sebelum berkelana malam ada baiknya memanfaatkan google untuk sampai di tempat dan pilihan. Setelah bersantap malam jam 10.30, kemudian kami menyusuri Roppongi. Terlihat billboard bertuliskan Kentos Café, di jawa artinya adalah buah kecil.

kentos cafe
Kami menemukan Kentos cafe (dok. LU-LEI)

Kami beruntung malam itu bertepatan diadakannya event Beatles Night dengan grup band The Rifles. Kami masuk melalui lorong di lantai bawah. Oleh receptionist kami diberitahu bahwa ini pertunjukan terakhir dengan charge 2500¥ + 1000¥ per orang, free minuman dan makanan selagi menikmati Beatles Night.

The Rifles melantunkan lagu-lagu The Beatles (dok. LU-LEI)

Tepat jam 11 malam, The Rifles melantunkan lagu lama Beatles diikuti oleh 150-an penonton di ruang sempit berhimpit turut melantukan lagu2 Beatles … Obladi Oblada …. diteruskan penonton lagu rock and roll, semua pun ikut berdiri bergoyang. Riffles seolah-olah menghidupkan Beatles kembali dan menyihir penonton di Roppongi.

Tak peduli tua atau muda, diruang yg sempit mereka bergoyang menari. The Riffles menghangatkan dinginnya Tokyo yg bersuhu 2 derajat Celsius.

Sekitar jam 1 malam ketika kami hendak meninggalkan Kentos Café, tiba-tiba dikejutkan oleh pelayan Café. Dia menghampiri kami dan mengembalikan uang tip! Ternyata di Jepang budaya menerima uang tip tidak ada, dengan tersipu kami ambil…. sangat berbeda dengan New York yang menerima uang tip (terutama supir taxi yellow cab) .

(LU-LEI) – Tokyo, 27 Maret 2017

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close