Internasional

Tiba di Peru, Paus Fransiskus Diharap Bisa Pulihkan Kondisi Politik Negara

BTN iklan

LIMA, Lei – Pemimpin Umat Katolik Sedunia, Paus Fransiskus, telah tiba di Peru setelah mengadakan kunjungan di Santiago, Cile. Kunjungan tersebut merupakan permintaan dari Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski. Presiden Kuczynski berharap, Paus dapat membantu negara tersebut kembali stabil setelah krisis politik hampir menggulingkannya. Selain itu, Presiden Kuczynki meminta Paus Fransiskus untuk membuat masyarakat mengampuni mantan presiden Peru, Alberto Fujimori.

“Saya harap kunjungan Paus Fransiskus menempatkan kita pada perjalanan kita menuju perdamaian dan dialog,” kata Kuczynski lewat akun Twitter resminya sebelum kedatangan paus, dilansir dari Reuters, Jumat (19/1/2018).

Presiden Kuczynski menyambut langsung kedatangan Paus Fransiskus di bandara. Tak hanya Presiden Peru, puluhan ribu warga Lima turut menyambut kedatangan pemimpin Vatikan tersebut. Paus akan mengunjungi dua kota di Peru dan menggelar misa di Lima pada Minggu 21 Januari. Misa tersebut diharapkan akan dihadiri oleh lebih dari 1 juta orang.

Menjelang kedatangannya, para perusak membakar pintu gereja di kota selatan Arequipa dan sebuah patung Yesus Kristus yang berada di Lima dibakar sepekan yang lalu, di mana pihak berwenang awalnya mengira kebakaran tersebut akibat aliran pendek arus listrik.

Jumlah pendukung Kuczynski menurun menjadi sekira 20 persen sejak ia melakukan pengampunan terhadap Fujimori. Pengampunan tersebut memungkinkan Fujimori untuk segera bebas dari penjara kurang dari separuh masa hukuman 25 tahun. Fujimori harus mendekam di balik jeruji akibat skandal korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia. Pengampunan tersebut disinyalir sebagai bagian dari kesepakatan politik agar Kuczynski tetap menduduki jabatannya.

Dalam kunjungannya di Cile, Paus Fransiskus mengadakan pertemuan pribadi dengan anak-anak korban pemerkosaan dan penganiayaan oleh pendeta untuk meminta maaf. Paus Fransiskus secara terbuka mengungkapkan “kepedihan dan rasa malu”-nya atas kejadian tersebut. Juru bicara Vatikan Greg Burke mengatakan bahwa pertemuan tersebut digelar di Kedutaan Besar Vatikan di Santiago.

(pai)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × two =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami