AdsLiputan

Tidak ada Ketenangan di Semeru.

BTN iklan

LEI, Jakarta -Gunung Semeru sudah dibuka untuk pendakian, jika mudik dilarang pastikan anda sehat dan mulailah beraktivitas melakukan pendakian ke Semeru.

Gunung semeru merupakan salah satu destinasi dalam pendaki yang tidak akan pernah di hilangkan dikarenakan perjalanan ke Semeru yang tidak akan pernah terlupakan bagi traveler maupun para pendaki.

Mata kita akan selalu di manjakan dengan pemandangan pemandangan yang tak terduga dari letupan gunung bromo yang indah, kemunculan fauna yang masih terjaga di Taman Nasional Gunung Semeru terutama.

Flora fauna disana masih terjaga dengan apik dan terawat. Ada beberapa fauna yang jarang dilihat oleh pendaki antara lain

Elang jawa, macan tutul, maupun harimau jawa.
Dalam melakukan aktifitas pendakian, pihak balai TN Gunung Bromo Tengger Semeru mewajibkan untuk reservasi secara online di web mereka. <span;>Sebelum melakukan pemesanan online, perlu dicatat bahwa pihak Balai TN Bromo Tengger Semeru membatasi kuota pendakian hanya 180 orang per hari.

“Jadi kalo gak dapet kuota pada hari itu jangan maksa datang ke Ranupani karena pasti bakal disuruh pulang sama kakak-kakak petugasnya,” tulis akun Instagram itu.

Penulis akan menceritakan sedikit pengalaman yang dirasakan saat melakukan pendakian. Penulis melakukan pengecekan perlengkapan pendakian bersama tim LEI yang lain. Setelah itu melakukan brefing yang dipandu tim TM Gunung Bromo Tengger Semeru dengan perihal etika pendakian dan penunjukan jalur. Tim LEI juga bekerja sama dengan mas Pureanto penduduk Asli Gunung semeru sekaligus penduduk Asli Suku Tengger dalam perihal penunjuk jalan selama kita melakukan aktifitas pendakian.

Pemandangan di Semeru sangatlah indah dengan berbagai kicauan buring yang merdu dan hembusan angin yang menabrak cemara menghasilkan suara alam yang menemani kita dalam perjalanan.


Tujuan dari Tim LEI untuk melihat kembali pemandangan dan kelestarian hutan masih terjaga di Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru.

Akan tetapi sangat disayangkan setelah kita menetap 1 malam di Ranukumbolo terdengar nyaring suara manusia yang bermalam. Suara dari indahnya alam tidak terdengar.

Saran dari Redaksi mengenai pengelolaan saat malam hari di Ranukumbolo untuk lebih tenang pada saat malam hari.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami