Hukum

Tiga Kali Tak Hadir, Jaksa KPK Lakukan Upaya Paksa Terhadap Miryam

BTN iklan

Jakarta, LEI – Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan upaya paksa jika mantan Anggota Komisi II DPR RI, Miryam S Haryani, tiga kali tidak memenuhi panggilan untuk bersaksi dalam sidang perkara korupsi e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta yang membelit terdakwa Irman dan Sugiharto.

“Kita panggil paksa. Ada upaya, kita bisa upaya paksa. Nanti kalau tiga kali enggak hadir kita bisa upaya paksa,” tandas Irene Putrie, Jaksa Penuntut Umum KPK usai sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (27/3/2017).

Miryam tidak hadir di persidangan hari ini untuk dikonfrontir dengan tiga penyidik KPK, yaitu Novel Baswedan, Ambarita Damanik, dan Irman yang disebutnya melakukan pengancaman dan penekanan saat memeriksanya sebagai saksi di KPK.

Legislator Partai Hanura yang kini duduk di Komisi V DPR RI itu tidak hadir di persidangan dengan alasan sakit sesuai surat yang diberikan kepada majelis hakim dan jaksa penuntut umum.

“Kami sudah menerima (surat), menerangkan bahwa Miryam S Haryani, umur 43 (tahun) perlu beristirahat karena sakit selama 2 hari,” kata Ketua Majelis Hakim John Halasan Butarbutar.

Karena itu, majelis memutuskan untuk menunda sidang hingga Kamis lusa (30/3/2017), dengan agenda pemeriksaan saksi. Jaksa penuntut umum KPK masih akan memanggil Miryam agar bisa hadir pada sidang Kamis nanti, termasuk 3 penyidik KPK.

“Hari ini dia tidak hadir, nanti hari Kamis. Di surat keterangan hanya dua hari. Artinya, hari ini sama besok. Mudah-mudahan Kamis dia nanti bisa hadir, kita panggil kembali,” kata Irene.

Sebelumnya, Miryam mencabut semua keterangannya di BAP pemeriksaan KPK karena mengaku ditekan dan diancam penyidik. Majelis hakim menghentikan pemeriksaan saksi Miryam karena dia mengingkari semua keterangannya sendiri yang ada di BAP.

Untuk mengungkap hal itu, majelis menetapkan agar jaksa menghadirkan penyidik dan Miryam untuk dikonfrontir. KPK menyatakan siap membuka rekaman video pemeriksaan karena tidak ada penekanan dan pengancaman.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close