BTN iklan
Internasional

Tiga Negara Eropa Usulkan Sanksi Baru untuk Iran

BRUSSELS (LEI) – Inggris, Prancis dan Jerman telah mengusulkan sanksi baru untuk Iran terkait program rudal balistik dan perannya dalam perang di Suriah. Menurut sebuah dokumen rahasia, sanksi baru itu diusulkan untuk membujuk Amerika Serikat mempertahankan perjanjian program yang disepakati dengan Iran pada 2015.

Berdasarkan keterangan dua sumber kepada Reuters, dokumen bersama tersebut telah dikirimkan ke Ibu Kota Uni Eropa untuk mengumpulkan dukungan karena untuk menjatuhkan sanksi semacam itu, ketiga negara membutuhkan dukungan dari pemerintah 28 negara anggota Uni Eropa.

Proposal tersebut merupakan bagian dari strategi Uni Eropa untuk menyelamatkan kesepakatan yang ditandatangani oleh kekuatan dunia yang mengendalikan kemampuan Iran mengembangkan senjata nuklir. Usulan sanksi itu bertujuan menunjukkan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa ada cara lain untuk melawan kekuatan Iran di luar negeri.

Trump menyampaikan ultimatum kepada para negara-negara Eropa yang juga menandatangani perjanjian tersebut untuk “memperbaiki” kesepakatan yang dianggapnya buruk itu. Jika tidak ada perubahan dalam kesepakatan yang diteken semasa pemerintahan Presiden Barack Obama itu, maka Trump akan menarik Amerika Serikat dari Perjanjian program nuklir dan kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran.

“Oleh karena itu, kami akan mengedarkan daftar orang-orang dan entitas yang kami yakini seharusnya ditargetkan berdasarkan peran publik mereka dalam beberapa hari mendatang,” demikian tercantum dalam dokumen tersebut sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (17/3/2018).

Proposal itu akan dibahas oleh menteri negara-negara Eropa dalam pertemuan tertutup pada Senin di Brussels.

Dokumen bersama yang disusun oleh Inggris, Prancis dan Jerman itu menyatakan bahwa mereka terlibat dalam “pembicaraan intensif” dengan pemerintahan Trump untuk mencapai “penegasan kembali dukungan Amerika Serikat yang jelas dan berjangka panjang atas perjanjian nuklir setelah 12 Mei”.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat belum mau berkomentar mengenai usulan sanksi Uni Eropa tersebut. Mereka mengatakan masih menunggu keputusan dari Uni Eropa. (okezoneO

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close