Hukum

Tiga Sektor Untuk Perkuat Ekonomi Asean

BTN iklan

Jakarta/Lei – Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan penguatan tiga sektor harus dilakukan untuk memperkuat perekonomian dan integrasi ASEAN yaitu bidang komoditas dan energi, pariwisata serta infrastruktur.

“Beberapa sektor perlu pembenahan krusial untuk memperkuat integrasi ekonomi ASEAN seperti komoditas dan energi, pariwisata dan infrastruktur,” kata Mardiasmo saat membawakan pidato utama dalam pertemuan ASEAN Finance Ministers Investors Seminar (AFMIS) ke-11 di Jakarta, Selasa.

Mardiasmo menjelaskan negara ASEAN saat ini harus mulai mengembangkan sektor energi dan komoditas serta meninggalkan penggunaan energi fosil untuk beralih kepada energi terbarukan.

“Saat ini sebagian besar negara ASEAN memberikan kontribusi kepada produksi energi dunia. Bahkan, Filipina dan Laos menjadi pionir dalam produsen energi terbarukan,” katanya.

Sedangkan, kata Mardiasmo, sektor pariwisata perlu dikembangkan, karena telah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.

“Sektor pariwisata telah terbukti mampu bertahan menghadapi tantangan ekonomi yang beragam serta ikut menyumbang PDB yang signifikan dan memberikan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Pada 2014, sektor pariwisata telah memberikan kontribusi berupa kedatangan 105 juta turis ke kawasan ASEAN dan jumlahnya diperkirakan makin meningkat hingga mencapai 200 juta kunjungan wisatawan pada 2020.

Sementara itu, menurut Mardiasmo, penguatan sarana infrastruktur sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta pembangunan berkelanjutan di ASEAN, selain bertujuan untuk meningkatkan daya saing.

Bank Pembangunan Asia (ADB) memproyeksikan kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan sarana infrastruktur di ASEAN mencapai 100 miliar dolar AS setiap tahunnya hingga periode 2020.

Indonesia membutuhkan pendanaan sekitar 400 miliar dolar AS untuk infrastruktur hingga 2020 dan pemerintah hanya bisa menanggung sekitar 30 persen dari pembiayaan tersebut melalui alokasi dalam APBN.

Mardiasmo menambahkan dengan pendanaan dari pemerintah yang terbatas tersebut maka kebutuhan tambahan pembiayaan dari sektor swasta untuk sarana infrastruktur tidak terhindarkan.

“Untuk itu, penguatan komitmen dengan sektor swasta dan lembaga multilateral lainnya, guna menangkap peluang dan melengkapi pembiayaan pemerintah sangat penting bagi pengembangan infrastruktur,” katanya.

Tiga sektor ini juga menjadi bagian pembahasan dalam pertemuan AFMIS ke-11. Untuk tema infrastruktur, dibahas mengenai kebutuhan dan perkembangan infrastruktur serta implementasi rencana aksi konektivitas ASEAN dan alternatif pembiayaannya.

Untuk tema energi dan komoditas dititikberatkan pada potensi dan pengembangan energi di ASEAN serta fluktuasi harga energi dan komoditas. Sedangkan, pada tema pariwisata, terdapat diskusi mengenai potensi pariwisata, skema pengembangan, potensi serta peran investor dalam pariwisata di kawasan.

Perlihatkan Lebih

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami