HEADLINESHukum

Tim Invisibel Joko Tcandra tercium oleh KPK

BTN iklan

LEI, Jakarta– KPK baru baru ini mencium adanya pihak-pihak yang tersangkut oleh Joko Tjandra dan mereka memberikan sinyal akan mengusut kasus dugaan Suap Joko Soegiarto Tjandra, terpidana korupsi pengalihan hak tagih Bank Bali. Lembaga ini akan mengusut ketika temuan bukti nama nama lain yang terlibat, tapi Kepolisian RI dan kejaksaan Agung tidak mengusutnya. Beberapa data sejumlah nama yang diduga terseret kasus skandal Joko dan belum di Usut oleh kejaksaan dan kepolisian.

Sanitiar Burhanuddin
Burhanuddin terakhir menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun). Pada tanggal 23 Oktober 2019 beliau ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Jaksa Agung Republik Indonesia. Pria kelahiran Cirebon, 17 Juli 1954 ini mengawali kariernya sebagai staf Kejaksaan Tinggi Jambi sejak tahun 1989. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro ini kemudian mengikuti pendidikan pembentukan jaksa dan beberapa kali menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri sejumlah daerah, mulai dari Bangko (Jambi) hingga Cilacap.
Diduga beliau dihubungi oleh jaksa Pinangki Sima Malasari setelah bertemu dengan Joko Tjandra di Malysia tahun lalu. Burhanuddin juga disebut-sebut akan mengirim surat permohonan fatwa bebas Joko ke Mahkama Agung. Fatwa bebas itu akan dijadikan bukti Joko dalam permohonan peninjauan kembali perkara penagihan hak tagih Bank Bali.

Hatta Ali
Prof. Dr. H. Muhammad Hatta Ali, S.H, M.H yang lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 7 April 1950 dan sekarang berumur 70 tahun. Beliau menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia periode 2012—2017 selanjutnya terpilih kembali pada periode 2017—2022. Pada periode 2012—2017 Hatta Ali terpilih menggantikan Harifin A. Tumpa, dengan mendapatkan suara mayoritas yaitu 28 suara dari 54 hakim agung. Urutan kedua, Ahmad Kamil 15 suara, Abdul Kadir Mappong 5 suara dan M. Saleh 3 suara dan Paulus Effendi Lotulung 1 suara sedangkan suara tidak sah ada 3 orang. Sebelum menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung, ia menjadi Ketua Muda Pengawasan dan juga sebagai Juru Bicara (Jubir) MA. Selain itu ia juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI).Pada 31 Januari 2015, ia meraih gelar guru besar bidang hukum dari Universitas Airlangga, Surabaya.

Diduga Hatta Ali bertemu dengan Anita Kolopaking, pengacara Joko Tjandra, di phuket, Thailand pada bulan November 2019. Saat itu Anita diduga membicarakan urusan Rencana pengajuan permohonanfatwabebas ke MA buat Joko Tjandra.

Soesilowati
Beliau Saat ini Menjabat Sebagai Hakim Madya Muda Pada Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Dengan Pangkat Pembina Tk. I (IV / b). Komisi Yudisial proaktif menulusuri dugaan pelanggaran etik oleh Soesilowati. Beliau adalah hakim Mahkama Agung yang berposisi sebagai staf mantan Ketua Mahkama Agung. Beliau diduga membantu memfasilitasi adanya pertemuan antara Hatta Ali dan Anita di Phuket, Thailand. Soesilowati menjabat anggota staff ketua MA Hatta Ali.

kontributor: Dwitya Yonathan Nugraharditama.

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami