KesehatanOpini

Timbal Balik Penanganan Warga Asing di Indonesia yang terserang Covid

BTN iklan

LEI,Jakarta – Pemerintah Indonesia masih memberikan kelonggaran bagi warga negara asing (WNA) yang melakukan pelanggaran izin tinggal karena melebihi batas akhir visanya (overstay) selama masa pandemi dan normal baru. Dengan kelonggaran ini memudahkan WNA yang visanya habis dan dapat bertahan di Indonesia

“Terkait pertanyaan mengenai izin tinggal, pemerintah responsif, warga negara asing yang izin tinggalnya habis, apa KITAS (kartu izin tinggal terbatas, red) atau KITAP (kartu izin tinggal tetap, red) habis, sampai sekarang masih diberi dispensasi tidak perlu membayar denda, karena overstay ini diputihkan,” kata Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri RI, Andy Rachmianto, saat sesi dialog virtual di Jakarta, Kamis.

Keterangan itu sejalan dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia yang berlaku sejak 2 April 2020. Berdasarkan aturan tersebut, WNA tidak perlu membayar denda overstay.

Namun, jika WNA telah overstay lebih dari 60 hari dari sebelum 1 Januari 2020, maka pemerintah akan mengajukan pencekalan sementara bagi mereka jika nantinya ingin masuk ke Indonesia, demikian keterangan dari laman resmi Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Indonesia.

Terkait dengan kelonggaran itu, pemerintah meminta warga negara asing di Indonesia tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

“Saya tidak bosan mengimbau pandemi sampai saat ini belum selesai, kewaspadaan mesti terus dijaga, dan semua protokol kesehatan harus selalu dilakukan. Ikuti semua aturan dan edaran pemerintah selama pandemi,” terang Andy.

 

Imbauan itu kembali disampaikan oleh Andy saat menanggapi laporan ada seorang warga asing menyelenggarakan acara yoga yang dihadiri lebih dari 60 orang di Bali pada 18 Juni 2020. Beberapa hari setelah acara itu viral di media sosial, pemerintah pun mendeportasi penanggung jawab acara, Barakeh Wissam, 45, seorang warga asing asal Suriah. Wissam dideportasi karena melanggar protokol kesehatan selama pandemi di Indonesia.

Saat sesi wawancara di Graha BNPB hari ini (9/7), Andy menyebut ada sekitar 192.000 warga asing di Indonesia yang 334 di antaranya positif mengidap COVID-19. Sejauh ini, 228 WNA telah sembuh dari COVID-19 dan sembilan lainnya meninggal dunia.

Untuk warga negara asing di Indonesia yang positif mengidap COVID-19, Andy memastikan Pemerintah Indonesia menanggung biaya perawatan pasien di rumah sakit rujukan mengikuti prinsip timbal balik hubungan antarnegara.

“Kita dalam hubungan antarnegara menerapkan prinsip resiprokal atau timbal balik karena warga negara kita di luar negeri yang sakit, positif (COVID-19, red) ditangani oleh negara lain, maka untuk pasien asing yang positif dirawat di rumah sakit juga jadi tanggungan pemerintah,” terang Andy.

Terkait hal itu Negara Singapura mendeportasi 12 warga asing karena tidak mematuhi aturan menjaga jarak aman untuk mencegah penularan virus corona. WNA yang dideportasi juga dilarang untuk masuk kembali ke Negeri Singa.

Keduabelas warga yang dideportasi terdiri dari sembilan laki-laki dan tiga perempuan berusia antara 20 hingga 37 tahun. Sekitar 10 diantaranya merupakan warga India dan dua lainnya warga Malaysia.

Mengutip Strait Times, selain dideportasi, warga asing ini juga dijatuhi denda karena melanggar larangan untuk melakukan pertemuan dan menjaga jarak.

Kasus pertama terjadi pada seorang warga Malaysia pemegang izin kerja, Arvinish N. Ramakrishnan. Ia diketahui mengundang teman ke tempat tinggalnya untuk minum dan mengendarai sepeda motor untuk mengantarkannya pulang. Keduanya sempat berhenti di sebuah jalan di Yishun Avenue 6.

Sementara 10 warga India dideportasi dan didenda antara 2.000 hingga 4.500 dolar Singapura karena melakukan pertemuan di sebuah rumah di Kim Keat Road. Mereka telah dideportasi antara Juni hingga Juli.

Tiga penyewa rumah, Navdeep Singh (20), Sajandeep Singh (21), dan Avinash Kaur (27) dituduh mengizinkan orang lain memasuki rumah mereka tanpa alasan yang jelas. Sementara tujuh tamu berusia antara 20 hingga 33 tahun dideportasi karena melanggar larangan melakukan pertemuan.

Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan Singapura (ICA) mengatakan pihaknya tidak segan-segan mengambil tindakan tegas terhadap siapapun yang tidak mematuhi aturan menjaga jarak aman atau mengabaikan hukum setempat. Langkah tegas yang dimaksud termasuk pemutusan visa atau izin kerja dan melarang mereka kembali ke Singapura.

 

Kontributor :Dwitya Yonathan Nugraharditama

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami