NasionalTekno

Tip Menjadi Seorang Problem Solver Ala Jepang

BTN iklan

(LEI)- Tidak peduli seorang pelajar atau pebisnis yang baik, siapapun pasti pernah mengalami momen saat kita mengetahui apa yang kita inginkan, tetapi jalan untuk meraihnya seakan mustahil. Kita pasti pernah menghadapi berbagai masalah, mulai dari tugas sekolah yang sulit hingga saat membuat keputusan di perusahaan.

Artikel kali ini dibuat berdasarkan sebuah buku karangan Ken Watanabe yang terinspirasi dari nasihat untuk anak-anak di Jepang. Tip yang tersaji dalam artikel ini diharapkan akan menolong siapapun untuk menanggulangi berbagai masalah yang akan mencegah seseorang untuk menggapai kesuksesannya.


Apa sih masalahmu?

Hal pertama yang harus kita lakukan sebelum memecahkan masalah adalah dengan mengidentifikasi masalah tersebut. Cara termudah adalah dengan memecah masalah tersebut hingga bagian terkecil.

Sebagai contoh, kamu adalah seorang pelajar yang kurang unggul di Bahasa Inggris. Untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggrismu, subjek apa yang kamu ingin tingkatkan? Apakah vocabulary? grammar? atau lainnya?

Jika grammar adalah kelemahanmu, cobalah untuk memecah kembali permasalahan menjadi bagian yang lebih kecil. Dalam grammar, apakah kamu mengalami kesulitan untuk membedakan penggunaan tense? Atau selalu salah dalam penggunaan pronoun?

Ketika kamu berhasil mengetahui titik lemahmu, kini kamu dapat menyelesaikan masalah dengan lebih efektif — dan mungkin kamu juga masih dapat menjalankan hobimu!

Sekarang kita telah mengetahui masalah apa yang kita punya. Tahap berikutnya, kita akan mencoba untuk menyelesaikan apa yang menjadi akar permasalahan tersebut.


Ketahui dari akarnya

Masalah | Yes:no Tree

Contoh penerapan yes/no tree dalam kehidupan sehari-hari | Sumber: Flickr

Untuk mengetahui penyebab dari sebuah permasalahan, kamu harus menuliskan daftar dari seluruh hal yang menurut kamu adalah penyebab permasalahan.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan bernama PT. XYZ belum lama ini  meluncurkan produk terbaru mereka namun kurang mendapat respons yang baik. Mengapa demikian? Untuk mengetahuinya, mereka membuat daftar dari seluruh kemungkinan penyebabnya. Mungkin upaya marketing yang kurang optimal? Kualitas produk terbilang buruk? Atau ada hal lain?

Anggap daftar tersebut adalah sebuah hipotesis. Untuk mengetahui validitas dari sebuah hipotesis, mereka harus melakukan pengujian. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis tersebut adalah pohon ya/tidak (yes/no tree). Pohon ini akan digunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan dengan jawaban ya atau tidak untuk membantumu memperkuat sebuah hipotesis.

PT. XYZ kemudian membuat sebuah pohon ya/tidak berdasarkan daftar tersebut untuk mengetahui potensi penyebabnya. Pertanyaan pertama adalah, apakah kualitas produk terbilang buruk? Jika jawabannya ya, berarti memang mereka harus memperbaiki kualitas produk tersebut. Tetapi jika jawabannya tidak, pohon tersebut akan mengungkap lebih banyak cabang yang berisi pertanyaan yang harus dijawab.

Teruslah bertanya hingga kamu memiliki seluruh jawaban yang dapat kamu gunakan untuk memperkuat hipotesismu. Setelah kamu mengetahui apa akar permasalahannya, langkah selanjutnya adalah menganalisis penyebab masalah tersebut untuk membuat penyelesaiannya.


Lakukan analisis untuk menemukan solusi dari masalah

Masalah | Analysis

Sumber: Pixabay

Setelah menemukan akar permasalahannya, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis yang akan membantumu mendapatkan solusi terbaik. Mulai dengan pertanyaan seperti, “Informasi apa yang saya butuhkan untuk menganalisis situasi?”

Kembali pada kasus PT. XYZ di atas, perusahaan tersebut telah melakukan survey dan wawancara kepada beberapa penggunanya. Dari survey tersebut mereka sadar bahwa mereka perlu meningkatkan kualitas produk serta menggalakkan upaya marketing agar pengguna ingin menggunakan produk mereka.

Seluruh informasi telah terkumpul dan dianalisis, kini saatnya merancang solusi.

PT. XYZ kini mulai menuliskan semua solusi yang dapat mereka lakukan untuk meningkatkan kualitas produk dan upaya marketing mereka. Seluruh solusi ini dituliskan dan diletakkan di meja dan diklasifikasikan menurut dampak yang dihasilkan.

Dengan banyaknya kemungkinan solusi, kamu dapat memprioritaskan dan menentukan solusi mana yang akan kamu eksekusi nantinya. Setelah mengetahui langkah-langkah yang akan kita ambil untuk menyelesaikan masalah, sekarang kita akan melihat kemungkinan penyelesaiannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Langkah kecil untuk tujuan yang besar

Masalah | Smaller goal to bigger goal

Sumber: Wikimedia

Setiap orang pasti punya mimpi yang besar. Saking besarnya, kita jadi gentar untuk menggapai mimpi tersebut, dan mimpi hanyalah menjadi mimpi.

Jika kamu ingin sukses untuk mengejar sebuah mimpi, kamu harus memecah mimpi besarmu menjadi bagian-bagian tujuan yang lebih kecil. Yakinkan kembali tujuan tersebut jelas dan selesaikan satu per satu.

Sebagai contoh, Badrun ingin menjadi seorang produser musik yang andal, tapi sayangnya ia tidak memiliki pengetahuan teknis untuk dapat memproduksi musik yang baik dan benar. Ia bahkan tidak memiliki softwaremusic production untuk ia pelajari.

Untuk dapat memulai karier tersebut, pertama-tama ia harus membeli software untuk memproduksi musik terlebih dahulu. Ia ingin membeli software tersebut secara kontan di enam bulan ke depan tanpa mencicilnya.

Tujuan Badrun simpel, jelas, dan terarah. Ini menjadikan tujuan tersebut mudah untuk dicapai. Selanjutnya adalah mencari tahu cara untuk dapat menyelesaikan tujuan tersebut.

Perhitungkan jarak antara keadaanmu yang sekarang dengan tujuan akhir yang ingin kamu capai. Badrun menginginkan sebuah software produksi musik dengan harga Rp6 juta dalam waktu enam bulan. Tetapi setelah menghitung seluruh pemasukan dan pengeluaran, ia hanya mampu menabung sebanyak Rp4 juta dalam waktu enam bulan.

Dari mana sisa Rp2 juta yang harus ia dapatkan? Simak pada bagian berikutnya.

Raih tujuan dengan hipotesis dari solusimu

Masalah | Ultimate Goals

Sumber: Pexels

Untuk menyelesaikan masalah yang kamu hadapi, kamu harus menghubungkan antara situasi yang sedang terjadi dengan tujuan yang ingin kamu capai.

Kamu dapat melakukan ini dengan membuat daftar dari solusi yang tersedia sebelum memilih salah satu di antaranya — yang mana solusi ini akan menjadi hipotesis untuk solusi potensial.

Dalam kasus Badrun, ia memutar otak untuk dapat memenuhi selisih yang ada. Dari hasil pemikirannya, Badrun mendapatkan beberapa solusi seperti menabung, meminta kenaikan gaji kepada atasannya, dan berusaha mencari pekerjaan di luar jam kantor. Ia kemudian memilih ide terbaik dengan memanfaatkan yes/no tree seperti yang digunakan PT.XYZ di kasus sebelumnya.

Badrun mulai menggambar dua cabang, satu cabang bertuliskan “Menabung”, satu lagi “Minta naik gaji”. Dari kedua cabang tersebut, Badrun memecah cabang “Menabung” menjadi lebih spesifik lagi — dimana cabang pertama ia menulis “Mengurangi jajan game” dan cabang kedua ia menulis “Berhemat”.

Setelah seluruh solusi telah dituliskan, Badrun akhirnya mendapatkan sebuah jalan keluar untuk kekurangan biaya untuk membeli software, yakni menabung dan mencari pekerjaan di luar jam kantor. Selain itu, ia juga menjual koleksi game yang sudah tidak ia mainkan.

Kini saatnya menguji hipotesis untuk solusi potensialmu. Langkah selanjutnya, buatlah rencana eksekusi.


Setelah mendapatkan solusi, mulailah untuk menjalankannya

Masalah | Eksekusi

Setelah seluruh solusi terkumpul, mulailah selesaikan permasalahan | Sumber: Pexels

Kini kamu telah mengetahui permasalahan yang kamu hadapi, penyebabnya, dan kamu telah membuat hipotesis untuk menyelesaikannya. Sebelum kamu mencoba untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, kamu perlu melakukan analisis dari hipotesis yang kamu miliki untuk mengetahui metode implementasi yang paling tepat.

Mulailah analisis tersebut dengan mengumpulkan informasi yang relevan. Setelah mendapatkan informasi, kini kamu siap untuk menganalisisnya. Setelah selesai melakukan analisis, langkah terakhir yang harus kamu lakukan adalah mengeksekusi rencana kerja yang telah kamu rancang.

Ingatlah, sebuah rencana tidak berarti apa-apa jika kamu tidak menjalankannya. Jadi jangan lupa untuk mengeksekusi rencana tersebut dengan baik.

Sumber: Blinkist

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami