EntertainmentOpiniPolitik

Tolakan Permintaan Amerika soal Nuklir Iran

BTN iklan

Legal Era Indonesia, New York- Anggota dewan Keamanan Perserikatan Bangsa- Bangsa atau sering disingkat PBB mayoritas menolak permintaan Amerika Serikat mengenai pengenaan sanksi kembali terkait nuklir Iran.
Mereka Berargumentasi bahwa langkah Amerika tidak bisa dilakukan karena permintaanya telah menyatakan diri keluar dari Perjanjian Nuklir Iran pada 2018.“Sejumlah negara telah menulis surat menyatakan sikap oposisi soal ini,” begitu dilansir Reuters yang melihat surat itu pada Jumat, 21 Agustus 2020.

Sikap ini muncul dalam waktu 24 jam setelah Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, memicu tenggat waktu 30 hari untuk mengembalikan semua sanksi kepada Iran.
Sanksi ini termasuk embargo senjata, yang juga telah dibahas dalam sidang DK PBB beberapa hari sebelumnya. Saat itu, mayoritas anggota DK PBB kecuali AS dan Dominika menolak perpanjangan embargo senjata kepada Iran, yang akan berakhir pada Oktober 2020.

Untuk isu pengenaan kembali semua sanksi kepada Iran, ada 13 negara yang menolak termasuk sekutu AS di Eropa. Mereka seperti sekutu lama Inggris, Prancis, Jerman, dan Belgia. Juga ada Cina, Rusia, Vietnam, Nigeria, dan Saint Vincet and Grenadines, dan Afrika Selatan. Negara lain yang juga menolak adalah Indonesia, Estonia, dan Tunisia.

Pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, menuding Iran melanggar kesepakatan nuklir 2015, yang bertujuan menghentikan Iran agar tidak membuat senjata nuklir.

Sebagai imbalannya, Iran mendapatkan pengurangan sanksi ekonomi dan militer. Namun, Trump menyebut kesepakatan itu sebagai kesepakatan terburuk dan menarik AS dari perjanjian itu pada 2018.

 

sumber: Tempo
Penulis : Dwitya Yonathan

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami