BTN iklan
EntertainmentLifestyle

Tom Wolfe, Wartawan ‘Jurnalisme Sastrawi’ Meninggal Dunia

Jakarta, CNN Indonesia — Wartawan dan penulis ternama asal AS, Tom Wolfe meninggal dunia di usia 88 tahun pada Senin (14/5). Ia dikenal lewat novel terlaris “The Right Stuff” dan “The Bonfire of the Vanities,” serta karya jurnalisme sastrawi lewat ‘The New Journalism’.

Agen Wolfe, Lynn Nesbit seperti dikutip dari AFP, mengatakan, penulis itu meninggal Senin di sebuah rumah sakit Manhattan, tempat dia dirawat karena infeksi.

“Kami sangat sedih mendengar tentang meninggalnya Tom Wolfe,” kata penerbitnya, Picador. “Dia adalah salah satu penulis yang hebat dan kata-katanya akan hidup selamanya.”


Selama kariernya yang produktif, Wolfe juga dikenal akan ketertarikannya pada budaya pop, gerakan hippie, dunia seni, hubungan ras, dan juga Wall Street. Namun, dari sejumlah karyanya itu, dia dikenal untuk buku terlaris non-fiksinya “The Right Stuff” yang berkisah tentang program luar angkasa AS dan astronot Mercury. Buku terbitan 1979 itu menjadi hit di Hollywood karena dijadikan film yang dibintangi Sam Shepard dan Ed Harris.

Di antara mereka yang berduka kehilangan Wolfe pada hari Selasa adalah astronot Amerika, Scott Kelly.

“Dia mengubah hidupku, dan aku bersyukur bisa berterima kasih padanya atas mimpi yang sangat tidak realistis yang dia berikan padaku sebagai bocah 18 tahun,” keluh Kelly. “Dia adalah #RightStuff.”

‘Jurnalisme Baru’ –

Buku pertama Wolfe, “The Tangerine-Flake Streamline Baby, Kandy-Kolored,” yang diterbitkan pada 1965, lahir dari koleksi artikel tentang tahun 1960-an yang ditulisnya untuk majalah Esquire dan New York.

Buku ini menjadi buku terlaris dan menempatkan Wolfe bersama tokoh-tokoh lain dalam gerakan “Jurnalisme Baru” seperti Hunter S. Thompson, Gay Talese, Norman Mailer, dan Truman Capote.

Alih-alih menjaga jarak dari subjek mereka, para praktisi “Jurnalisme Baru” sering mengadopsi pendekatan dan perspektif gaya yang tidak konvensional. Wolfe kemudian juga dikenal berkat mengenalkan gaya penulisan mendalam yang disebut ‘jurnalisme sastrawi’.

Di antara buku-bukunya yang juga laris, yakni “The Pump House Gang”, “The Electric Kool-Aid Acid Test”, “Radical Chic and Mau-Mauing Flak Catchers,” dan “The Painted Word.”

Wolfe berpaling ke menulis novel pada pertengahan 1980-an, lewat “The Bonfire of the Vanities.”. Seperti “The Right Stuff,” buku ini juga menyumbangkan sebuah frase – dalam hal ini “master of the universe” – ke kosakata Amerika. Novel itu kemudian juga dibuat menjadi film pada 1990 yang dibintangi Tom Hanks, Melanie Griffith dan Bruce Willis.

Novelnya yang lain, “A Man in Full,” diterbitkan pada tahun 1998 dan juga masuk ke daftar buku terlaris New York Times. Baru-baru ini, Wolfe menulis “I Am Charlotte Simmons,” dan “Back to Blood.” 

Berawal dari reporter koran

Terlahir dengan nama lengkap Thomas Kennerly Wolfe, ia lahir pada 2 Maret 1930 di Richmond, Virginia, di mana ayahnya adalah editor The Southern Planter, sebuah majalah pertanian.Setelah mendapatkan gelar sarjana dari Washington dan Lee University, Wolfe memperoleh gelar PhD dalam studi Amerika dari Universitas Yale.

Wolfe kemudian memulai karir 10 tahun sebagai reporter surat kabar. Ia bergabung dengan Springfield Union pada tahun 1956 di Massachusetts sebelum melanjutkan bekerja untuk The Washington Post dan New York Herald Tribune.

Dalam sebuah wawancara tahun 1991 dengan The Paris Review, Wolfe menggambarkan pengalaman korannya sebagai pelatihan yang tak ternilai untuk pencarian fiksi dan non-fiksinya nanti.

“Saya tidak akan bisa memberikan apa pun selama bertahun-tahun, jika bukan berkat waktu yang saya habiskan di surat kabar, karena itu memberi tekanan, dan membenamkan Anda, di berbagai sisi kehidupan,” katanya.

Wolfe menikahi Sheila Berger, direktur artistik majalah Harper, pada tahun 1978. Mereka memiliki dua anak. [cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close