HEADLINESLiputanNasional

Total Pemilih Putaran Kedua Pilkada DKI yang Ditetapkan KPU

BTN iklan

JAKARTA, (LEI/Kompas) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat kabupaten/kota di DKI Jakarta telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 pada Selasa (4/4/2017).

rapat pleno kpu dki
Rapat pleno penetapan daftar pemilih tetap (DPT) pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 yang dilakukan KPU Jakarta Pusat di Hotel Artotel, Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (4/4/2017) malam. (dok. Kompas)

Di Kabupaten Kepulauan Seribu, jumlah DPT yang ditetapkan sebanyak 17.695 pemilih dengan jumlah 39 TPS yang akan didirikan.

Di Jakarta Pusat, DPT yang ditetapkan yakni 757.515 pemilih. Sementara TPS yang akan didirikan sejumlah 1.238 TPS. Kemudian, DPT yang ditetapkan di Jakarta Barat sebanyak 1.681.472 pemilih dengan jumlah 2.935 TPS.

Di Jakarta Utara, ada 1.129.494 pemilih yang ditetapkan dengan TPS sebanyak 2.150. Di Jakarta Selatan, jumlah DPT yang ditetapkan sebanyak 1.606.921 pemilih dengan jumlah 2.974 TPS.

Sementara itu, DPT di Jakarta Timur yakni 2.025.157 pemilih. Jumlah TPS yang akan didirikan pada hari pencoblosan 19 April 2017 sebanyak 3.698 TPS.

Jumlah DPT pada putaran kedua sebanyak 7.218.254 pemilih dengan jumlah TPS yang didirikan 13.034 TPS. DPT yang telah ditetapkan oleh KPU tingkat kabupaten/kota itu akan direkapitulasi oleh KPU DKI Jakarta pada Kamis (6/4/2017) malam ini.

Berkurang dari DPS putaran kedua

Jumlah DPT pada putaran kedua lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah daftar pemilih sementara (DPS) pada putaran kedua yang ditetapkan sebelumnya. Jumlah DPS pada putaran kedua yakni 7.264.749 pemilih dengan TPS sejumlah 13.032.

Komisioner KPU DKI Jakarta Bidang Pemutakhiran Data Pemilih, Moch Sidik, mengatakan, berkurangnya DPT dari DPS terjadi karena adanya perbaikan daftar pemilih dan masukan dari berbagai pihak, termasuk tim pemenangan pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta.

“Waktu DPS kan memang banyak hal yang sedang kami perbaiki, misalnya kegandaan juga kami hapus kalau pemilihnya tercatat dua kali di DPS,” ujar Sidik, Rabu (5/4/2017).

Selain itu, KPU DKI Jakarta juga menemukan pemilih-pemilih yang tidak memenuhi syarat masih masuk ke dalam DPS putaran kedua.

Contohnya seperti pemilih yang telah meninggal dunia dan pindah ke luar DKI Jakarta. Oleh karena itu, KPU DKI Jakarta mengeluarkan pemilih-pemilih yang tidak memenuhi syarat tersebut dari DPT putaran kedua.

Bertambah dari DPT putaran pertama

Meskipun DPT putaran kedua berkurang dibandingkan DPS putaran kedua, jumlah DPT tersebut bertambah dibandingkan DPT putaran pertama.

Pada putaran pertama, jumlah DPT yang ditetapkan sebanyak 7.108.589 pemilih dengan 13.023 TPS yang didirikan.

Sidik mengatakan, penambahan tersebut terjadi karena banyak pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT putaran pertama dimasukkan ke dalam DPT putaran kedua.

Pada putaran pertama, banyak dari mereka yang menggunakan hak pilihnya sebagai daftar pemilih tambahan (DPTb) dengan menggunakan e-KTP atau surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta.

Selain itu, ada pula yang pemilih yang sama sekali tidak menggunakan hak pilihnya pada putaran pertama dan mendaftar sebagai pemilih pada putaran kedua.

Ada pula pemilih pemula yang berusia 17 tahun hingga 19 April 2017 yang didaftarkan sebagai pemilih.

“Peningkatan pemilih ini kita tahu banyak warga DKI yang masuk ke DPTb, itu jadi penambahan warga DKI yang memenuhi syarat jadi pemilih tetapi di putaran pertama tidak masuk ke DPT,” kata Sidik.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close