Internasional

Tradisi Natal Unik dari Berbagai Negara di Dunia

BTN iklan

(LEI)- Bagi banyak orang, Natal ialah tentang menghias kue, mencari pohon Natal yang sempurna, menikmati waktu bersama keluarga, kerabat dekat, dan tentu saja bertukar hadiah. Nyatanya, tidak semua orang merayakan Natal dengan cara yang sama, apalagi melihat setiap negara di dunia yang memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Berikut Okezone merangkum beberapa tradisi Natal yang menyenangkan dari beberapa negara di dunia sebagaimana dilansir dari berbagai sumber:

1. Filipina

Setiap tahun pada hari Sabtu sebelum Natal, kota San Fernando di Filipina menjadi tuan rumah Festival Lentera Raksasa. Penduduk dari lebih dari sebelas desa di sekitarnya berpartisipasi dalam kompetisi yang menyenangkan ini, yang melibatkan pembuatan lentera yang cukup rumit.

Meskipun awalnya dibuat dari bahan sederhana seperti bambu, lentera menjadi semakin besar dan lebih rumit selama bertahun-tahun. Bahkan sekarang ini, banyak yang menggabungkannya dengan layar listrik yang mengesankan.

Festival yang telah berusia 110 tahun ini begitu populer, baik oleh penduduk setempat maupun pengunjung dari daerah lain, sampai-sampai San Fernando telah menerima gelar, “Ibu Kota Natal” untuk Filipina.

2. Swedia

Sejak tahun 1996, kota Gävle di Swedia, telah merayakan Natal dengan membangun sosok jerami raksasa dari seekor kambing. Meskipun hewan itu mungkin pilihan yang aneh, kambing jerami yang lebih kecil sangat populer di seluruh negeri. Menurut cerita rakyat setempat, kambing Yule tidak hanya membantu mengantarkan hadiah, tetapi sering menjadi pilihan Santa.

Anehnya, sosok besar, yang berdiri setinggi lebih dari 12 meter dan membutuhkan 1.000 jam untuk membangunnya, telah melahirkan tradisi Natal yang lain, yang tidak pernah dibayangkan oleh para pembesar.

Penduduk setempat menempatkan taruhan pada apakah kambing buatan itu akan berlangsung sampai Tahun Baru sebelum seseorang mencoba untuk membakarnya.

Dalam 52 tahun terakhir, kambing Gävle Yule telah dihancurkan 35 kali, hanya beberapa hari setelah dibangun. Namun, meskipun vandalisme, para pembesar tidak pernah mempertimbangkan untuk menggunakan apa pun selain jerami untuk membangun simbol Natal yang dihormati.

3. Jepang

Natal bukanlah hari libur nasional di Jepang, tetapi hal itu tidak menghentikan penduduknya untuk merayakan hari Natal dengan makanan khusus dari tempat yang tidak terduga, yaitu Kentucky Fried Chicken (KFC). Tradisi ini dapat ditelusuri kembali ke kampanye pemasaran perusahaan makanan cepat saji yang sangat sukses tahun 1974, “Kurisumasu ni wa kentakkii!”, yang artinya “Kentucky untuk Natal!”

Sekarang ini, lebih dari 3.6 juta penduduk Jepang berduyun-duyun ke rantai makanan asal Kentucky itu untuk makan malam Natal spesial. Bahkan banyak yang memesan seharga USD40 (sekira Rp 500.000) untuk satu paket khusus, termasuk kue dan sampanye yang sudah dipesan berbulan-bulan sebelumnya untuk menghindari antrean yang dapat memakan waktu selama lebih dari dua jam.

Joonas Rokka, profesor pemasaran di Emlyon Business School di Perancis, yakin KFC menjadi tujuan pilihan karena membantu mengisi kekosongan yang sangat dibutuhkan. Pakar mengatakan, “Tidak ada tradisi Natal di Jepang, jadi KFC masuk dan berkata, ini yang harus kamu lakukan saat Natal.”

4. Italia

Anak-anak di Italia tidak mendapat kunjungan dari Sinterklas. Sebaliknya, mereka menantikan kedatangan La Befana, atau Penyihir Natal, pada malam hari bertanggal 5 Januari. Mirip dengan si periang merah, La Befana memasuki rumah melalui cerobong asap dan mengisi stoking dengan hadiah dan permen untuk anak-anak baik dan batu bara untuk anak yang “nakal”.

Menurut kisah, ketika Tiga Orang Bijak mencari bayi Yesus, mereka bertemu dengan seorang wanita tua dan bertanya apakah dia ingin ikut bersama mereka. Dia menolak tawaran itu karena dia ingin selesai membersihkan rumahnya.

Sekarang, setiap tahun, wanita tua itu terbang melewati langit dengan sapunya berharap menemukan bayi Yesus dan menghujaninya dengan hadiah.

Penyihir jelaga yang ramah itu juga dikenal suka menyapu di setiap rumah yang dia kunjungi. Untuk menunjukkan rasa terima kasih mereka, keluarga sering meninggalkan segelas anggur dan sepiring makanan tradisional pada malam sebelum kunjungannya. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

40 Comments

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami