BTN iklan
Liputan

Trans Semarang Koridor VI Lewat Rute Semula

SEMARANG, 12/3 (LEI) – Bus Rapid Transit Trans Semarang Koridor VI yang sempat beralih rute karena menghindari Jalan Pawiyatan Luhur yang rusak kini sudah kembali melewati rute semula.

“Rute untuk Koridor VI Trans Semarang sudah kembali normal. Sudah lewat jalur Pawiyatan Luhur lagi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang Ade Bhakti di Semarang, Senin.

Ia menyebutkan armada Trans Semarang pada Koridor VI sudah melewati jalur Pawiyatan Luhur sejak Jumat (9/3) setelah mendapatkan “lampu hijau” dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang.

Koridor VI Trans Semarang menghubungkan dua kampus perguruan tinggi negeri (PTN) di Semarang, yakni Universitas Diponegoro Semarang (Undip) di Tembalang dan Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Gunungpati.

Di sepanjang Jalan Pawiyatan Luhur terdapat sejumlah kampus besar, seperti Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang dan Akademi Pelayaran Niaga Indonesia (Akpelni) Semarang.

“Karena kondisi jalur Pawiyatan Luhur yang rusak parah, kami alihkan rute Koridor VI melewati Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi Semarang-Kaligarang-Sampangan,” katanya.

Menurut dia, kebijakan pengalihan jalur itu dilakukan untuk menjamin keselamatan pengguna jasa transportasi Trans Semarang, mengingat kondisi jalur yang membahayakan untuk dilalui.

“Masyarakat yang biasa menggunakan layanan transportasi Trans Semarang di wilayah Pawiyatan Luhur, kini sudah bisa menikmati kembali, termasuk empat ‘shelter’ yang sempat tidak dilewati,” katanya.

Akibat pengalihan rute Koridor VI Trans Semarang, diakuinya, setidaknya ada empat “shelter” yang tidak dilalui, yakni Shelter Don Bosco, Shelter Jatidiri, Shelter Unika Soegijapranata, dan Shelter Akpelni.

“Namun, kami sudah pasang pengumuman di setiap ‘shelter’. Jadi, selama tiga minggu pengalihan rute Koridor VI Trans Semarang tidak ada komplain dari masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Kota Semarang Iswar Aminudin mengatakan perbaikan Jalan Pawiyatan Luhur dengan pengerukan jalan dan pengaspalan sudah selesai dan bisa dilalui kembali.

“Kami juga sudah selesai melakukan kajian. Hasilnya, perbaikan Jalan Pawiyatan Luhur harus menggunakan sistem ‘bore pile’, tetapi kalau dari APBD Kota Semarang saja tidak cukup,” katanya.

Sembari meminta bantuan dana dari pusat, kata Iswar, pihaknya melakukan perbaikan Jalan Pawiyatan Luhur sementara dengan pengerukan dan pengaspalan meski dimungkinkan kembali ambles. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close