Hukum

Tren Merger & Akuisisi Diramal Meningkat

BTN iklan

JAKARTA/Lei  — Komisi Pengawas Persaingan Usaha memproyeksikan tren merger dan akuisisi di Indonesia akan meningkat pada 2017 seiring dengan perubahan rezim post-notifikasi menjadi pre-notifikasi.

Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengatakan kecenderungan untuk melakukan merger dan akusisi akan berdampak pada persaingan usaha, khususnya di konsolidasi bisnis. Aksi M&A wajib diberitahukan ke KPPU untuk selanjutnya diberi penilaian apakah melanggar UU Persaingan Usaha atau tidak.

“Aksi korporasi pada tahun depan akan lebih didominasi oleh merger dan akuisisi antara perusahaan asing dan lokal ,” katanya pada Global Outlook on Competition Policy and Law2017 yang digelar KPPU bersama Bisnis Indonesia di Jakarta, Kamis (15/12).

Hal ini sedikit berbeda dengan tren merger dan akuisisi beberapa tahun lalu, yang mayoritas adalah M&A lokal antar perusahaan di Indonesia. Menurutnya, pergeseran ini disebabkan karena Indonesia dianggap menarik sebagai tempat investasi bagi perusahaan asing, khususnya dilihat dari segi pertumbuhan ekonomi.

Menurut Syarkawi, M&A gobal 2017 banyak terjadi pada sektor perkebunan kelapa sawit, pertambangan batu bara dan sektor keuangan. Di antara ketiga sektor tersebut, industri keuangan diprediksi mendominasi.

Perbankan asal luar negeri, lanjut dia, banyak yang akan mengambil alih bank dalam negeri. Adapun segmen yang dibidik adalah bank usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Kemungkinan merger dan akuisisi semacam ini akan bermunculan sepanjang tahun depan.”

Sementara itu, untuk menjaring notifikasi M&A, KPPU menerapkan competition compliance guideline. Syarkawi berujar Komisi akan mendampingi pelaku usaha dalam proses M&A sehingga tidak melanggar persaingan usaha yang sehat.

Dengan begitu, keterlambatan notifikasi atau kecenderungan aksi korporasi yang tidak sehat dapat diminimumkan sedini mungkin. Pasalnya, KPPU akan mengedepankan pendampingan kepada pelaku usaha ketimbang penegakan hukum.

SEMPAT TURUN

Komisioner KPPU Nawir Messi berharap Amendemen RUU terhadap UU No. 5/1999 yang disahkan tahun depan, sehingga efektif untuk meningkatkan notifikasi merger dan akuisisi.

Selama ini, Indonesia dipandang kurang menarik untuk perusahaan melakukan notifikasi. Alasannya, Indonesia masih menganut rezim post-notifikasi. Alhasil, perusahaaan lebih memilih melakukan notifikasi di Singapura.

“Rezim kita ini memang harus diganti. Kalau tidak ya mana ada perusahaan notifikasi ke lembaga persaingan di Indonesia,” katanya.

Dia mengungungkapkan, tren merger dan akuisisi di Indonesia melorot sejak empat tahun terakhir. Jumlah notifikasi pernah menduduki level tertinggi pada 2013 yang mencapai 70 notifikasi, dengan 69 diantaranya akuisisi. Sejak itu trennya terus turun, berturut-turut 59 (2014), 53 (2015), dan 50 (kuartal III/2016).

Kondisi tersebut, terang Nawir, kontradiktif dengan apa yang terjadi di negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur. Dia menyebutkan aksi transaksi M&A di kawasan tersebut meningkat 50% pada 2016. Bahkan, statistik M&A di Vietnam lebih tinggi ketimbang di Indonesia.

Tren M&A di Asean dan Asia Timur mayoritas terjadi di sektor manufaktur, perbankan dan infrastruktur. Tidak jauh berbeda dengan Indonesia, aksi korporasi di kawasan Asean dan Asia Timur didominasi pengambilalihan saham. Hal ini merupakan indikasi pelemahan ekonomi global yang menyebabkan investor luar negeri melakukan investasi dalam bentuk akuisisi.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pihaknya menyambut baik perubahan dari post-notifikasi menjadi pre-notifikasi. Hal ini juga akan mendorong penanaman modal asing yang tercatat di Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Dia mendukung KPPU membuat rambu-rambu peraturan untuk mengatur para pelaku usaha dalam merger dan akuisisi. Pasalnya, era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) menciptakan kompetisi yang kuat antar negara. “Mampukah kita masuk dalam kompetisi dunia?”

Dia berharap KPPU dan pemerintah dapat bersinergi menciptakan iklim positif pada dunia persaingan usaha. Dia meminta KPPU dapat menjadi kawan bagi pelaku usaha, dan begitu juga sebaliknya.

Perlihatkan Lebih

7 Komentar

  1. Have you ever considered about adding a little bit more than just
    your articles? I mean, what you say is fundamental and
    everything. But think about if you added some great images or video clips to give your posts more, “pop”!

    Your content is excellent but with images and clips, this site could definitely
    be one of the most beneficial in its niche. Very good blog!

  2. I do not know if it’s just me or if perhaps everybody else experiencing problems
    with your blog. It looks like some of the written text on your
    content are running off the screen. Can someone else please
    comment and let me know if this is happening to them too?
    This might be a issue with my browser because I’ve had this happen previously.
    Appreciate it

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami