InternasionalKesehatan

Trump Jadi klinci percobaan?? Dirawat dengan obat uji coba

BTN iklan

LEI, Jakarta- Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump pada Jumat (2/10/2020) dirawat karena Covid-19. Ia diberikan obat antibodi eksperimental dosis tinggi yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi AS, Regeneron. Obat apa itu, sejauh mana uji klinisnya, dan mengapa beberapa pakar menolak penggunaan obat itu sebelum disetujui? Ini sejumlah faktanya yang perlu Anda ketahui, dikutip dari AFP Minggu (4/10/2020).

REGN-COV2 atau sering disebut┬áPengobatan Regeneron adalah kombinasi dari “campuran” dua antibodi: protein pelawan infeksi yang dikembangkan untuk mengikat bagian dari virus corona baru, yang digunakannya untuk menyerang sel manusia. Antibodi itu menempel pada bagian berbeda dari spike protein-nya virus corona dan mengubah strukturnya. Mirip dengan cara merusak kunci sehingga tak lagi pas dengan gemboknya. Vaksin bekerja dengan membuat tubuh memproduksi antibodi sendiri, tetapi para ilmuwan juga menguji antibodi yang sudah jadi dari plasma pasien pulih. Akan tetapi itu tidak membuat plasma pasien pulih menjadi pengobatan massal. Para peneliti lalu mengumpulkan antibodi dari pasien sembuh, dan memilih yang paling efektif dari ribuan, dan kemudian membuatnya dalam skala besar. Dalam makalah yang diterbitkan di Science pada Juni, para ilmuwan Regeneron menjelaskan bagaimana mereka memilih 2 antibodi terbaik dari pasien manusia dan tikus yang pulih, untuk memberi mereka sistem kekebalan yang mirip manusia.

Dalam makalah lain di jurnal yang sama, para ilmuwan berpendapat bahwa dengan menggunakan dua antibodi, mereka bisa berjaga-jaga dari kemungkinan bahwa SARS-CoV-2 mungkin bermutasi secara acak untuk menghindari jika salah satu terblokir, dan kemudian menjadi strain dominan virus itu. Perusahaan tersebut menggunakan teknologi “tikus yang dimanusiakan” untuk mengembangkan campuran 3 antibodi, yang terbukti efektif melawan ebola tahun lalu. “Itu bagian dari apa yang memberi kami kepercayaan diri, platform itu telah dicoba dan sudah terbukti bekerja dengan sangat baik,” kata Christos Kyratsous ilmuwan penyakit menular utama Regeneron kepada AFP pada Maret. Perawatan itu diberikan melalui infus. Kamar Trump Dirancang Khusus Apakah berhasil? Untuk menjawab pertanyaan ini, uji klinis sedang dilakukan untuk menguji keamanan dan kemanjuran obat pada tingkat dosis yang berbeda dan membandingkannya dengan plasebo. Pada Selasa (29/9/2020) Regeneron mengumumkan beberapa hasil dari uji klinis tahap awal, mengatakan bahwa pengobatannya mengurangi viral load dan waktu pemulihan untuk pasien Covid-19 yang tidak dirawat di rumah sakit. Hasilnya terkait dengan 275 pasien dan Presiden Regeneron George Yancopoulos mengatakan, perusahaannya telah memulai pembicaraan dengan otoritas regulator – kemungkinan untuk persetujuan sementara sebelum mendapat lisensi penuh. Akan tetapi data rincinya belum dipublikasikan atau dilakukan peer-review. Dalam hal keamanan dikatakan “reaksi infus” terlihat pada 4 pasien – 2 pada plasebo dan 2 pada obat, sementara “efek samping serius” terjadi pada 2 pasien plasebo dan 1 pasien obat. Tidak yang meninggal. Regeneron tidak merinci apa efek sampingnya, tetapi Arun Swaminath dokter di Rumah Sakit Lenox Hill New York mengatakan, secara umum reaksi ringan terhadap terapi-terapi itu termasuk demam, menggigil, dan kelelahan. Rangkuman Update Kondisi Trump Positif Corona

Gejala yang lebih serius termasuk nyeri dada dan sesak napas. Uji coba rawat jalan kini sudah berlanjut ke tahap akhir. Regeneron juga menjalankan uji coba tahap akhir untuk pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit Inggris, dan untuk penggunaan obatnya dalam mencegah kontak rumah tangga pasien Covid-19 agar tidak terinfeksi. Kenapa beberapa ahli khawatir? Keputusan untuk memberikan perawatan itu ke Trump sebelum uji coba bahkan ada cukup data untuk otorisasi penggunaan darurat, membuat beberapa ilmuwan bingung. Carla Perissinotto misalnya, ahli geriatri dan profesor di University of California San Francisco itu menerangkan, menggunakan perawatan yang belum disetujui atas dasar “belas kasihan” biasanya terjadi ketika cara-cara lainnya gagal. “Risiko mengalami efek samping jauh lebih besar, sehingga saya biasanya sangat berhati-hati terhadap apa pun yang bersifat eksperimental dan tidak terbukti,” katanya dikutip dari AFP. Baca juga: Trump Positif Covid-19, Bagaimana Rencana Pengobatan yang Diberikan? Kemudian Jeremy Faust ahli kesehatan masyarakat di Harvard mengatakan, itu karena kemungkinan: entah tim presiden tidak memahami proses ilmiah, atau mereka sudah paham tapi diambilalih trump atas saran orang lain. “Orang-orang akan melihat ini dan mereka akan berpikir bahwa ini adalah perawatan yang harus Anda lakukan – dan jika Anda tidak memberikannya kepada orang lain yang mengidap virus corona, kami akan menolak perlakuan khusus pada mereka.” “Kenyataannya bukan itu masalahnya… kita seharusnya tidak memperlakukan presiden sebagai kelinci percobaan.”

Kontributor: Dwitya Yonathan Nugraharditama

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami