AdsInternasional

TRUMP minta SUPREME COURT menghentikan perhitungan ??

BTN iklan

LEI, Jakarta- Selisih suara elektoral antara calon presiden petahana Donald Trump dan capres Joe Biden kian tipis pada penghitungan suara hingga pukul 13.40 WIB. Trump saat ini telah mengantongi 213 suara, sementara Biden sebanyak 220 suara.
Trump mulai mengejar ketertinggalan setelah memenangkan suara mayoritas di Texas sebanyak 38 suara dan Montana dengan tiga suara.

Dari hasil pidato Trumph malam ini membuka dengan nada meragukan hasil perhitungan election presiden di US, dan minta kepada suprem court untuk memerintahkan perhitungan, karena patut diduga ada kecurangan di balik perhitungan.
Saat ini pasangan Joe Biden-Kamala Harris mendapat 220 suara elektoral, selisih tujuh suara dari Trump-Pence. Untuk memenangkan Pilpres, salah satunya harus mendapat 270 suara elektoral.

Sebelumnya, Joe Biden meminta pendukungnya sabar menunggu hasil pemilihan. Ini diungkap di Wilmington, Delaware sebagai respon hasil sementara Pilpres.

“Kami merasa sangat baik, kami betul-betul merasa sangat baik. Saya harus memberi tahu kalian, kami percaya ada di jalan yang benar untuk memenangkan pemilu ini,” katanya pada dini hari waktu setempat.

“Ini bukan tempat saya atau Donald Trump untuk mendeklarasikan siapa yang memenangkan pemilihan. Keputusan itu ada di tangan masyarakat Amerika. Tapi saya optimis dengan hasilnya,” lanjutnya.

Tak mau kalah, Trump pun menyampaikan rencana untuk memberikan pernyataan kemenangan malam ini. Lewat cuitannya, ia mengaku optimis akan memenangkan pilpres.

“Kami unggul besar, tapi mereka mencoba mencuri pemilihan ini. Kami tidak akan membiarkan mereka melakukan itu. Suara tidak bisa dihitung sebelum pemilihan ditutup,” ungkapnya dalam cuitan yang disembunyikan Twitter karena dinilai mengandung disinformasi.

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami