InternasionalTekno

Tukar Sampah dengan Token Listrik, Pulsa Seluler, dan Lain-Lain dengan Mulung

BTN iklan

(LEI)-Dinas Kebersihan DKI Jakarta mencatat ada 7.000 ton sampah yang dihasilkan setiap hari di ibu kota. Setiap hari, sampah yang dihasilkan dari daerah pemukiman hingga perkantoran itu diangkut oleh 1.200 truk.

Jumlah sampah yang banyak tersebut membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya mengelolanya agar menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Salah satunya dengan menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk mengelola sampah menjadi tenaga listrik.

Meski begitu, jumlah sampah yang ada di Jakarta belum dapat terkelola sepenuhnya. Hal ini kemudian mendorong Ryan Fiesta mendirikan startup tukar sampah bernama Mulung pada Maret 2018, dengan bertujuan membantu memberi solusi untuk mengatasi masalah sampah di Jakarta.

Situs web Mulung | Screenshot

Ryan menjelaskan pengguna di area Jakarta bisa melaporkan sampah yang ingin disetor melalui platform Mulung. Tim Mulung akan menjemput sampah tersebut dan dijual ke industri daur ulang.

Pengguna yang menyetor sampahnya akan mendapatkan poin di aplikasi Mulung. Poin tersebut bisa ditukarkan dengan berbagai produk digital seperti voucer listrik, pulsa seluler, hingga transportasi online.

“Setiap dua minggu sekali, tim Mulung akan datang melakukan penjemputan dan penimbangan. Saat ini Mulung sudah memiliki beberapa ratus pengguna dan sebagian besar aktif menyetorkan sampah. Kami sudah menetapkan harga untuk setiap jenis sampah yang disetor pengguna,” ujar Ryan.

Monetisasi dari margin dan komisi transaksi

Mulung sudah melakukan monetisasi pada platformnya melalui dua cara, yakni:

  • Margin sebesar 100-120 persen dari penjualan sampah ke industri daur ulang, tergantung jenis sampahnya.
  • Menetapkan potongan komisi sebesar Rp2.500 dari tiap transaksi penukaran poin yang dilakukan pengguna.

“Kami sedang menjajaki kerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Setiabudi sehingga pengguna bisa mendapatkan akses kesehatan dan membayarnya dengan sampah. Mulung juga sedang melakukan finalisasi kerja sama dengan E-Warong di area Setiabudi sehingga pengguna bisa menukar sampah menjadi sembako,” ucap Ryan.

Tantangan dalam proses penjemputan

Pengguna platform Mulung | Photo

Hingga kini pihak Mulung masih melakukan sendiri penjemputan sampah ke tempat pengguna mereka. Menurut Ryan, proses ini membutuhkan upaya paling besar dalam perkembangan bisnis Mulung sebagai startup.

Agar proses penjemputan sampah lebih efisien sehingga bisa menghemat biaya dan mempersingkat waktu, Ryan sedang mengembangkan sistem pemetaan yang kemungkinan dalam dua minggu ke depan sudah bisa diaplikasikan.

“Kami juga sedang mengembangkan chatbot yang akan membantu proses reminder kepada pengguna terkait jadwal penjemputan dan juga terkait kegiatan harian seperti customer care.”

Selain mengembangkan teknologi, Mulung juga berencana menggandeng pihak ketiga untuk melayani penjemputan sampah tersebut. Tidak menutup kemungkinan pihaknya akan bermitra dengan pihak ketiga yang menjadi agen dan drop point untuk sampah yang diterima Mulung. “Sekarang kami baru saja proofing the concept di sebuah kelurahan,” ucapnya.

read also

Solusi pengelolaan sampah yang dihadirkan Mulung memang bukan hal baru, lantaran sudah ada beberapa pihak yang menghadirkan solusi serupa seperti Sampah Muda maupun MallSampah. Meski begitu, kedua platform tersebut belum menghadirkan layanannya di Jakarta.

Sampah Muda baru melayani penjemputan sampah hanya di wilayah Semarang, sedangkan MallSampah baru beroperasi di kota Makassar. Ryan mengatakan kompetitor langsung mereka yang beroperasi di Jakarta saat ini baru pemulung tradisional. (idtechinasia)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami