Internasional

Tutupnya Pemerintahan Amerika Serikat Menjadi yang Terlama Sepanjang Sejarah

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Government shutdown atau penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung saat ini menjadi yang terlama dalam sejarah Negeri Paman Sam.

Betapa tidak, government shutdown telah memasuki hari ke-23 pada Senin, 14 Januari 2019 waktu lokal.

Government shutdown ketiga dalam pemerintahan Donald Trump tersebut melampaui rekor sebelumnya pada era Presiden Bill Clinton. Kala itu, government shutdown mencapai 21 hari.

Anggota Kongres AS telah mendesak Presiden Trump untuk mencabut keputusan government shutdown.

Namun, ia tak tergerak untuk melakukannya. Alhasil, sekitar 800 ribu pekerja federal terpaksa dirumahkan atau bekerja tanpa upah sejak Desember 2018.

Warga AS Menyalahkan Trump

Dengan selisih persentase yang jauh, warga Amerika Serikat menyalahkan Presiden Donald Trump atas penutupan pemerintah atau government shutdown terlama dalam sejarah AS, menurut sebuah jajak pendapat terbaru Washington Post-ABC News yang diterbitkan Minggu 13 Januari 2019.

Penutupan pemerintahan mempengaruhi sekitar seperempat dari lembaga pemerintah AS dan sekitar 800.000 pekerja federal, di mana mereka belum menerima gaji atau terpaksa dirumahkan sebagai imbas atas shutdown yang bermula sejak 22 Desember 2018 hingga saat ini.

Shutdown yang sekarang memasuki pekan keempat, adalah hasil dari kebuntuan antara presiden dan fraksi Partai Demokrat di Kongres tentang pendanaan untuk dinding perbatasan, yang dijanjikan Trump selama kampanye Pilpres 2016.

Jajak pendapat Washington Post-ABC dilakukan terhadap 788 responden warga AS yang dilakukan pada 8 – 11 Januari 2019 dengan “margin of error 4,5 persen.”

Survei itu mengawali jajak dengan mengajukan pertanyan inti: “Menurut Anda, siapa yang paling bertanggung jawab atas situasi ini?”

Hasilnya, 53 persen orang AS mengatakan kepada jajak pendapat bahwa mereka menyalahkan Presiden Trump dan fraksi Partai Republik di Kongres AS, demikian seperti dikutip dari USA Today, Senin (14/1/2019).

Sementara itu, 29 persen responden menyalahkan fraksi Partai Demokrat di Kongres dan 13 persen responden mengatakan masing-masing pihak sama-sama bertanggung jawab. Sedangkan empat persen sisanya memilih tidak menjawab.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × four =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami