Tekno

Twitter Menuntut Pemerintah AS

BTN iklan

Jakarta/Lei – Twitter menuntut pemerintah Amerika Serikat karena memaksa mereka menyerahkan identitas dari pemilik akun @Alt_uscis, sebuah akun Twitter yang membuat pesan anti-Trump dalam kicauannya, lapor Engadget.

Diduga, akun tersebut dikendalikan oleh anggota badan imigrasi AS yang tidak suka dengan pemerintahan yang sekarang. Twitter membawa masalah ini pengadilan dengan harapan, pihak pemerintah akan berhenti memaksa Twitter memberikan informasi terkait identitas di balik akun pemberontak tersebut.

Pada 14 Maret, tidak lama setelah akun @Alt_uscis mulai membuat kicauan, agen Adam Hoffman dari US Customs and Border Protection (CBP) mengirimkan surat perintah pada Twitter via fax.

Dalam perintah tersebut, Twitter diminta untuk memberikan rekam jejak dari akun @Alt_uscis. Menariknya, pemerintah ingin mendapatkan rekam jejak mulai tanggal 13 Maret, satu hari sebelum perintah diberikan pada Twitter.

Dengan menuntut pemerintah, Twitter melawan perintah pemerintah untuk memberikan informasi terkait pengguna. Mereka berusaha untuk mencegah Departemen Keamanan Dalam Negeri dan CBP dari menyalahgunakan tool investigasi untuk mengetahui idnetitas dari satu atau lebih orang yang telah menggunakan media sosial Twitter, khususnya, pengguna dengan akun @ALT_USCIS, untuk memberikan kritik kepada Departemen dan Kepemerintahan sekarang ini.

Selain itu, Twitter juga membela hak untuk bebas berpendapat. Menurut Twitter, membiarkan CBP mengetahui identitas @Alt_uscis memiliki dampak yang mengerikan terkait kebebasan berpendapat oleh akun tersebut dan banyak akun ‘badan alternatif’ lainnya yang telah dibuat untuk menunjukkan perlawanan terhadap keputusan pemerintah. (CNN)

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami