LiputanNasional

UGM : Kuliah Setengah Hari Bagi Peternak

BTN iklan

Jakarta/Lei Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) menawarkan program kuliah setengah hari secara gratis kepada para peternak di seluruh Indonesia guna membekali peternak tentang teori dan praktik lapangan terkait beternak hewan.

“Setiap tahun, Fakultas Peternakan atau Fapet UGM mengundang masyarakat untuk kuliah setengah hari tentang peternakan. Jika ada yang berminat, dari seluruh Indonesia, kami persilahkan untuk belajar tentang pemeliharaan domba, sapi, kambing, dan hewan lainnya di Fapet UGM,” kata Dekan Fapet UFM Prof Dr Ali Agus dalam siaran pers, Rabu.

Menurut Prof Ali, penawaran kuliah setengah hari secara gratis tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Indonesia dan berlaku untuk peternakan seluruh Indonesia.

Undangan kuliah setengah hari itu, ujar dia, ditujukan untuk memberikan pelatihan peternakan yang dikemas secara implementatif sehingga peternak memiliki pemahaman yang lebih luas dalam mengembangkan peternakannya.

Misalnya seperti langkah-langkah meningkatkan produktivitas dan keunggulan sapi dengan ketersediaan pakan yang cukup mengandung mineral dan vitamin bagi kebutuhan sapi.

“Saya bisa bersekolah berkat sapi. Saya orang desa yang terbiasa bergaul dengan sapi, dan peternak. Karena itu, kuliah setengah hari itu nantinya berupa ajang belajar bagi setiap peternak. Siapa tahu setelah peternak kuliah setengah hari di UGM, nantinya anak-anak peternak juga tertarik studi di Fapet UGM,” katanya.

Ia menuturkan, Fapet UGM tidak hanya membekali para mahasiswa dan praktisi di bidang hewan dengan teori-teori penting terkait dunia peternakan, tetapi sebagai wadah latihan dan praktik di lapangan, pihaknya juga menyiapkan bengkel ternak yang ditujukan sebagai tempat mengimplementasikan teori ke dalam bentuk praktik lapangan.

Prof Ali menuturkan, bengkel ternak milik Fapet UGM ditujukan untuk “mereparasi” berbagai hewan yang mengalami kesakitan, atau yang mengalami kekurangan gizi.

Sehingga dalam waktu beberapa lama, hewan yang dirawat pada bengkel ternak akan mengalami peningkatan kualitas fisik, dari yang memiliki fisik buruk berubah menjadi semakin baik.

Sebelumnya, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada berupaya meningkatkan kurikulum pelajarannya menjadi kurikulum berlevel dunia dengan mengembangkan jejaring dengan berbagai universitas di tingkat internasional.

Wakil Dekan Fakultas Peternakan UGM Budi Guntoro dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat, menyebutkan hal tersebut saat mengikuti pertemuan ke-6 Jaringan Ilmu Hewan Asia Tenggara (SEANAS) yang digelar di Hanoi, Vietnam, 20-22 Juli 2017.

“Salah satu agenda Fapet UGM mengikuti pertemuan SEANAS ini, untuk semakin meningkatkan kurikulum Fapet UGM menjadi level dunia,” ujar Budi.

Tujuan pertemuan itu adalah untuk meningkatkan jejaring antar universitas di ASEAN terkait penyusunan kurikulum pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa program studi “animal science”.

Budi menuturkan bahwa target Fakultas Peternakan UGM adalah untuk meningkatkan kualitas kurikulum di level dunia sehingga pada akhirnya meningkatkan mobilitas mahasiswa dan perguruan tinggi yang ingin belajar dari dan ke UGM.Budi Suyanto

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen + nineteen =

Baca Lainnya

Lihat juga

Close
Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami