Ekonomi

UKM Perlu di dorong Lebih Kreatif dan Dapat Membukukan Usahanya

BTN iklan

Jakarta, 9/3 (LEI) – Pemerintah perlu mendorong kelompok usaha mikro kecil (UKMK) lebih kreatif dalam mengembangkan usahanya, karena dengan keterbatasan pengetahunnya, mereka hanya fakus pada apa yang telah dikerjakan saat ini.

“Kami menyadari betul bahwa masih banyak dari pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hanya berfokus kepada aktivitas utama dari bisnisnya saja. Pengusaha laundry fokus kepada jasa laundry-nya saja, pengusaha bengkel fokus kepada jasa perbaikan kendaraannya saja dan seterusnya, tetapi mereka lupa bahwa melakukan pembukuan adalah hal yang penting untuk menjadikan usahanya lebh maju,” kata Dr. Endah Sri Wahyuni, dari Esri Advisory, sahabat pelaku UKM kepada LEI, di Jakarta, Senin

Para UKMK itu banyak yang punya bakat sebagai interprenuer, tetapi karena keterbatasan akses dan informasi sulit untuk berkembang seperti perusahaan yang sudah berbadan hukum. Oleh karenanya, Esri Advisory, akan membantu melakukan pembukuan keuangan usahanya, agar dapat dilihat perkembangan untung atau rugi dalam melaksanakan usaha itu.

Data terakhir menunjukkan, hanya 10 persen dari UMKM yang melakukan pembukuan atas transaksi usahanya. Masalah utama yang sering di temui adalah ketidaktahuan dari para pelaku usaha bagaimana menyusun pembukuan sesuai dengan kaidah akuntansi yang baik dan benar.
Faktor lainnya adalah, mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar staf akuntansi. Padahal, mencatat setiap transaksi yang terjadi bisa memberikan banyak manfaat bagi pengusaha itu sendiri.    Mengetahui keadaan bisnis yang sebenarnya adalah salah satunya.

Seringkali, sahabat pelaku UMKM hanya berpatokan pada banyaknya pelanggan yang datang atau faktur/tagihan yang dikeluarkan namun luput perhatiannya terhadap arus kas masuk dan keluar. Sehingga tidak jarang, usaha sekilas terlihat baik-baik saja namun persediaan kasnya nihil, kata Endsah.

Pembukuan bermanfaat untuk menunjukkan keadaan yang sebenarnya dari bisnis yang dijalankan, menginformasikan pelaku UMKM seberapa banyak kas yang keluar dan yang masuk, serta posisi keuangan usaha apakah untung atau rugi secara komprehensif dan mendetail.
Itulah mengapa pembukuan laporan keuangan ini menjadi penting bagi pengusaha sebagai bahan masukan internal dan menentukan strategi bisnis di kemudian hari.
Ia juga menambahkan, manfaat lain yang tidak kalah pentingnya adalah untuk memperbesar skala bisnis di masa depan. Tidak hanya bermanfaat bagi internal pelaku UMKM saja, pembukuan juga bisa menjadi bahan penilaian oleh pihak eksternal seperti perbankan, apakah bisnis UMKM yang sahabat jalankan ini sudah layak mendapatkan permodalan atau tidak.

Dengan memiliki pembukuan yang tersusun secara baik dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), usaha sahabat sudah selangkah lebih dekat untuk mendapatkan tambahan modal dan melesat lebih cepat lagi dibanding sebelumnya.

Hal lain yang umumnya luput dari perhatian pelaku UMKM adalah pemenuhan kewajiban perpajakan. Peraturan perpajakan yang terkesan rumit dan njlimet menjadi alasan utama mengapa pelaku UMKM seringkali mengabaikan urusan perpajakan ini. Dan, karenanya pula tidak jarang akhirnya pengusaha mendapatkan kiriman surat teguran dari Kantor Pajak. Padahal, jika urusan perpajakan ini ditangani secara baik oleh ahli yang berpengalaman bisa jadi mereka masih kategori nihil.

Di sisi yang lain, kami juga memahami bahwa UMKM memiliki andil besar terhadap perekonomian Nasional. Atas dasar itulah, ESri Advisory hadir sebagai sahabat dari setiap pelaku UMKM se-Indonesia, kata Endah yang juga mantan Direktur Keuangan Perum LKBN Antara itu.

****

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami