Internasional

UNHCR: Di DRC Terdapat 3,9 juta Pengungsi Dalam Negeri

BTN iklan

 

     Jenewa, Swiss,  Lei, Ant/Xinhua-OANA) – Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) pada Selasa (24/10) menyampaikan keprihatinan mengenai 3,9 juta orang yang menjadi pengungsi di dalam negeri mereka di beberapa wilayah penting Republik Demokratik Kongo (DRC).

Jumlah tersebut berarti lebih dari dua kali lipat jumlah mereka sejak 2015.

Sebanyak 428.000 orang itu telah meninggalkan tempat tinggal mereka dalam tiga bulan belakangan, kata Juru Bicara UNHCR Adrian Edwards dalam satu taklimat.

Edward mengatakan selama satu tahun belakangan, sebanyak 100.000 warga DRC telah menyelamatkan diri ke negara tetangga sebagai pengungsi.

Secara keseluruhan, hari ini ada sebanyak 621.711 pengungsi dari DRC di lebih dari 11 negara dan dana sangat diperlukan, kata UNHCR.

“Dengan luasnya kegiatan anggota milisi, dan kerusuhan serta kekerasan yang dipicu oleh konflik politik dan etnik yang mempengaruhi banyak daerah, resiko terjadinya pengungsian lain tinggi,” kata Edwards, sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi. “Tantangan untuk menyalurkan bantuan kepada orang yang memerlukan berkembang dengan cepat.” Di Provinsi Tanganyika di bagian timur negeri tersebut, tempat sebanyak 584.000 menjadi pengungsi di dalam negeri mereka, konflik antar-masyarakat antara kelompok suku Twa dan Luba merembet ke provinsi tetangganya, Haut-Katanga, pada awal tahun ini.

Bentrokan dengan tentara berlanjut dan ada prevalensi luas milisi bersenjata.

Banyak warga sipil telah dipaksa meninggalkan rumah mereka, dan telah beredar laporan mengenai pembunuhan, penjarahan dan pemerasan dan penyiksaan atau perlakuan lain yang tak manusiawi. Sementara rakyat menghadapi kesulitan untuk melanjutkan hidup mereka, makin banyak orang yang bergantung pada bantuan.

Pengungsi yang menyeberang dari DRC ke negara tetangga, Zambia, ditampung untuk sementara di Pusat Persinggahan Kenani, di dekat perbatasan, tempat lebih dari 5.400 orang saat ini tinggal, kata UNHCR.

Lebih ke utara di DRC Timur, kerusuhan yang kebanyakan melibatkan kelompok lokal bersenjata terjadi di Provinsi Kivu Selatan dan Utara. Di Kivu Utara saja, lebih dari satu juta orang kehilangan tempat tinggal, sementara di Kivu Selatan, 545.000 orang menjadi pengungsi di dalam negeri mereka.

Sementara itu, di Wilayah Kasai di bagian tengah-selatan DRC, orang yang kehilangan tempat tinggal dan pengungsi yang menyelamatkan diri dari kerusuhan yang meletus lebih dari setahun lalu telah mulai pulang, walaupun 760.000 orang masih kehilangan tempat tinggal.

Hingga 23 Oktober, lebih dari 710.000 orang telah pulang, tapi banyak orang mendapati harta mereka hancur dan anggota keluarga mereka terbunuh.

Akibat situasi di ketiga wilayah DRC tersebut, UNHCR dan mitranya belum lama ini telah mengubah situasi di negeri itu jadi tingkat 3 –tingkat darurat tertinggi.


Kategori Umum

Index by Date

 

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami