Internasional

UNI Afrika- Libya Hadapi Imigran Gelap

BTN iklan

Tripoli, Libya, (Lei) – Uni Afrika (AU) pada Senin (27/11) mengatakan organisasi itu bersedia bekerja sama dengan Libya dalam perang melawan imigran gelap.

Amira El-Fadil, Utusan Uni Afrika dan Komisaris bagi Urusan Sosial, mengeluarkan pernyataannya selama pertemuan dengan Perdana Menteri Libya dukungan PBB Fayez Serraj di Ibu Kota Libya, Tripoli.

Menurut kantor Perdana Menteri Libyar, pertemuan tersebut membahas kerja sama antara Libya dan AU melawan penyelundupan manusia dan migran gelap.

“Perdana Menteri menekankan keinginan Libya untuk memperkuat hubungan dengan Uni Afrika guna mencapai kemajuan lebih lanjut dan kemakmuran di benua tersebut. Perdana Menteri menyatakan bahwa laporan media baru-baru ini mengenai perlakuan buruk migran Afrika di Libya sedang diselidiki,” tambah kantor itu.

Satu laporan CNN belum lama ini menunjukkan lelang budak di berbagai wilayah Libya, tempat migran Afrika yang terdampar dijual dengan harga paling murah 400 dolar AS.

Serraj menjelaskan Libya, sebagai negara persinggahan buat migran, memerlukan upaya gabungan dengan semua pihak guna menangani masalah migran gelap “dengan membentuk proyek pemerintah yang berkelanjutan di negara asal migran” “Kami sangat ingin mendukung Uni Afrika menghadapi migran gelap. Libya sebagai negara persinggahan terpengaruh oleh itu, dan juga dukungan negara tetangga guna membantu mengamankan perbatasan Libya dan menghentikan jaringan penyelundupan,” kata Serraj, sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi.

Fadil memuji upaya pemerintah untuk menyelidiki laporan baru-baru ini mengenani perdagangan budak migran di Libya, dan menegaskan kesediaan Komisi Afrika untuk bekerjasama dengan Pemerintah Libya guna menyediakan perawatan yang diperlukan buat migran di Libya.

Aksi perlawanan 2011 di Libya membuat negeri itu mengalami ketidak-amanan dan kekacauan yang mengakibatkan arus besar migran, kebanyakan orang Afrika, dari Libya melalui Laut Tengah menuju pantai Eropa. Penyelundup di Libya mengirim ribuan migran dengan menggunakan perahu rapuh ke Eropa, banyak di antara mereka tewas-tenggelam dalam pelayaran tersebut. (Antara/Xinhua-OANA)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami