Internasional

Uni Eropa Larang Minyak Sawit, Indonesia Terdampak

BTN iklan

Lei – Indonesia dan Malaysia sebagai dua negara produsen hampir 90 persen minyak sawit dunia, terguncang dengan keputusan parlemen Eropa pekan lalu, yang melarang penggunaan komoditas tersebut sebagai bahan bakar.

Pemimpin di dua negara telah memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat menyebabkan konflik perdagangan, karena dianggap sebagai penghalang dalam perdagangan yang protektif.

Selain itu, Indonesia dan Malaysia memperingatkan bahwa penghidupan lebih dari enam juta orang yang sebagian besar terdiri atas petani, pekerja perkebunan dan pekerja industri sawit akan sangat terkena dampak.

Anggota Parlemen Eropa pada Rabu lalu memilih untuk mengubah draf undang undang tentang energi terbarukan yang meminta pengurangan menjadi nol terhadap kontribusi dari biofuel dan bioliquids yang dihasilkan dari minyak sawit dalam tiga tahun.

Minyak kelapa sawit banyak digunakan sebagai bahan minyak goreng, pembuatan produk mulai dari es krim hingga mi instan juga sabun hingga lipstik. Sekitar setengah dari semua produk kemasan di supermarket memiliki minyak kelapa sawit sebagaimana diterakan World Wildlife Fund di situsnya.

Minyak sawit juga memiliki kegunaan lain yakni bisa dicampur dengan bahan bakar fosil seperti diesel untuk menghasilkan biofuel untuk menyalakan mesin motor.

Namun, ada kekhawatiran bahwa untuk memperluas perkebunan kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia, pemilik lahan menggunakan metode pembakaran secara ilegal untuk membersihkan lahan maupun hutan.

“Karena semakin banyak negara di seluruh dunia menganut proteksionisme, banyak yang berharap bahwa Uni Eropa akan menunjukkan kepemimpinan yang diperlukan untuk menegakkan prinsip-prinsip perdagangan bebas dan adil,” kata Menteri Perdagangan Internasional Malaysia, Mustapa Mohamed, dilansir dari Straits Times, Rabu, 24 Januari 2018.

Perkebunan kelapa sawit di Indonesia mencapai 11,7 juta hektare pada akhir tahun lalu. Di Malaysia, kelapa sawit ditanam di atas lahan seluas 4,49 juta hektare.

Indonesia tahun lalu mengekspor total 28 juta ton minyak sawit mentah senilai US$23 miliar. Malaysia menghasilkan 19,5 juta ton tahun lalu dengan nilai ekspor RM75 miliar.

Bagi Indonesia, 40 persen ekspor kelapa sawit ke Eropa diubah menjadi biofuel. Eropa merupakan pasar ekspor kedua terbesar Malaysia untuk minyak sawit dan 30 persennya digunakan untuk biodiesel.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

39 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami