BTN ads
Internasional

Universitas Bergengsi Ini Akan Buka Jurusan Kecerdasan Buatan

Jakarta (LEI) – Pendiri Microsoft Bill Gates sempat menyebut bila masih mahasiswa, ia akan mengambil jurusan terkait Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence, AI).

Pada tahun ajaran mendatang, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer di Universitas Carnegie Mellon bisa mempelajari apa yang tak bisa dipelajari Bill Gates.

Dilansir The Next Web, Jumat (18/5/2018), Universitas Carnegie Mellon yang terkenal dengan fakultas teknik ini akan menjadi yang pertama membuka jurusan Kecerdasan Buatan untuk sarjana S1 di Amerika Serikat (AS).

Gelar yang didapat adalah Sarjana Kecerdasan Buatan (Bachelor of Science in Artificial Intelligence).

Reid Simmons, profesor robotik dan ilmu komputer di Carnegie Mellon, menyebut jurusan ini dapat membantu mahasiswa saat mendalami area subyek tersebut saat kelak mereka berkuliah di jenjang lebih tinggi.

“Kami percaya para mahasiswa akan lebih siap menghadapi tugas yang kelak dihadapi di sekolah lanjutan terkait AI dan disiplin lain yang berhubungan, seperti pembelajaran mesin, robotik, dan teknologi bahasa,” ucapnya.

Untuk pelajaran-pelajaran fondasi, jurusan ini mewajibkan mata kuliah matematika, statistika, dan ilmu komputer, dan tentunya Kecerdasan Buatan yang mendalami pembelajaran mesin, pemahaman bahasa, dan visi komputer.

Para mahasiswa juga ditawarkan pilihan mata kuliah Etika yang membahas hubungan jurusan mereka dengan masyarakat dan kemanusiaan.

Mahasiswa yang tertarik harus bersiap berkompetisi, sebab jurusan ini hanya terbuka untuk sekitar 35 mahasiswa saja.

Nama Carnegie Mellon mungkin tidak setenar nama Harvard atau Stanford. Padahal, Universitas Carnegie Mellon akrab ditemui pada peringkat 10 universitas terbaik di AS, terutama di bidang Fakultas Teknik.

Universitas ini berlokasi di Pittsburgh, Pennsylvania, dan didirikan oleh Andrew Carnegie pada 1900. Carnegie dikenal dalam sejarah sebagai figur yang merajai industri baja AS, dan dikenal sebagai salah satu orang paling kaya di sejarah modern.

Bagi Carnegie, kesuksesan tidak sekadar berhenti di menumpuk harga, ia pun rajin berderma dan membangun institusi pendidikan, salah satunya Institut Teknologi Carnegie. Kelak, institut itu bergabung dengan Institut Mellon dan menjadi Universitas Carnegie Mellon pada 1967.

Motto dari universitas ini adalah “Hatiku Ada di Karyaku.”

Menurut laporan pendidikan US News, pada 2018 ini Fakultas Teknik di Universitas Carnegie Mellon bertengger di posisi enam di AS.

Untuk masalah Kecerdasan Buatan, Apple diketahui memiliki ketertarikan yang besar terhadap teknologi tersebut. Ketertarikan Apple ini kian ditegaskan dengan pernyataan sang Chief Operating Officer (COO), Jeff Williams.

Melihat perkembangan Kecerdasan Buatan, pria yang bergabung dengan Apple sejak 1998 ini yakin, industri sudah siap untuk sebuah perubahan besar.

“Saya pikir dengan kerangka kerja yang kami punya, ‘neural engine’ yang kami gunakan pada ponsel dan jam, kami melihatnya sebagai bagian besar dari masa depan. Kami yakin kerangka kerja tersebut akan memberikan jalan untuk para developer membuat berbagai aplikasi yang bisa melakukan lebih banyak hal. Jadi menurut kami, ponsel adalah platform utama,” jelas William.

Apple bukan satu-satunya vendor ponsel yang tertarik dengan AI. Perusahaan asal Tiongkok, Huawei, beberapa waktu lalu mengumumkan flagship terbarunya, Mate 10, dengan chipset baru bernama Kirin 970 yang memiliki kemampuan Kecerdasan Buatan didalamnya. (liputan)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close