Internasional

Unjuk Rasa Referendum Catalunya, 760 Orang Cedera

BTN iklan

MADRID, (LEI) – Pejabat layanan darurat Catalunya mengatakan setidaknya hinggga saat ini sebanyak 761 orang cedera, setelah polisi berupaya untuk mencegah pelaksanaan referendum untuk kemerdekaan, Minggu (01/10).

Pemerintah pusat di Madrid sudah bertekad untuk menghentikan refrendum yang dinyatakan tidak sah berdasarkan Mahkamah Konstitusi Spanyol.

Aparat polisi berupaya mencegah warga untuk memberikan suara di lokasi-lokasi yang sudah disiapkan sebagai tempat pemungutan suara maupun menyita surat suara dan kotak suara.

Di sekitar Barcelona, ibu kota Provinsi Catalunya, polisi menggunakan pentungan dan menembakkan peluru karet untuk membubarkan unjuk rasa mendukung referendum.

Setelah pemungutan suara ditutup oleh pemerintah Catalunya pada pukul 20.00 waktu setempat, Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, mengatakan warga Spanyol telah ditipu untuk ikut serta dalam pemungutan suara yang melanggar hukum.

Spanyol, Catalunya, referendum
Di beberapa TPS, pemungutan suara tetap bisa berlangsung walau aparat keamanan berhasil menutup sekitar 90 TPS. (foto: BBC)

Kementrian Dalam Negeri Spanyol mengatakan 12 aparat polisi cedera dan tiga orang ditahan sementara 92 tempat pemungutan suara ditutup.

Aparat kepolisian nasional dan Guardia Civil -satuan polisi paramiliter- dikerahkan ke Catalunya dalam jumlah besar-besaran untuk mencegah pelaksanaan pemungutan suara.

Spanyol, Catalunya, referendum
Sejumlah warga di Barcelona berkeras untuk tetap memberikan suaranya. (foto: Reuters)

Wali kota Barcelona, Ada Colau, mengecam tindakan polisi terhadap yang disebutnya sebagai ‘penduduk wilayah’ yang tidak bisa ‘membela diri’ namun Wakil Perdana Menteri, Soraya Saenz de Santamaria, menegaskan polisi bertindak ‘profesional dan secara proporsional’

Seorang pemilih, Julia Graell, mengatakan kepada BBC bahwa ‘polisi mulai menendangi orang-orang, baik yang muda maupun tua.

“Hari ini saya melihat tindakan terburuk yang bisa dilakukan pemerintah terhadap warga negaranya sendiri.”

Di Girona, polisi anti-huru hara memaksa masuk ke tempat pemungutan suara tempat Presiden Wilayah Catalunya, Carles Puigdemont, rencananya akan memberikan suara dan memaksa ke luar orang-orang yang akan ikut dalam referendum. Puigdemont akhirnya bisa memberikan suara di TPS lainnya.

Sejak Jumat (29/09), ribuan orang sudah menduduki sekolah dan bangunan lain yang disiapkan sebagai tempat pemungutan suara untuk memastikannya tetap bisa digunakan.

Spanyol, Catalunya, referendum
Orang-orang menanti hasil referendum hingga malam hari di Barcelona di bawah bendera besar Catalunya. (foto: BBC)
 Di sekolah-sekolah, misalnya, para orang tua dan anaknya tetap tinggal setelah jam belajar pada hari Jumat dengan menggunakan kantung tidur maupun tikar busa untuk olahraga sebagai tempat berbaring.

Sedangkan di beberapa tempat, para petani memarkir traktornya di depan pintu TPS sementara ada gerbang sekolah yang dicabut untuk membuat aparat keamanan kesulitan memblokir jalan masuk.

Spanyol, Catalunya, referendum
Para pendukung referendum menyusun barikade di sebuah TPS di Barcelona agar tidak bisa dimasuki oleh aparat keamanan. (foto: BBC)

Pihak pengelola referendum menyerukan agar warga tetap menempuh cara damai saat menghadapi polisi.

Catalunya merupakan provinsi Spanyol yang makmur dengan 7,5 juta jiwa penduduk, yang memiliki bahasa dan budaya sendiri. Wilayah ini memiliki otonomi khusus namun tidak diakui sebagai bangsa terpisah oleh konstitusi Spanyol.

Spanyol, Catalunya, referendum
Penghitungan suara di sebuah TPS yang berhasil menggelar pemungutan suara. (foto: AFP)

Tekanan untuk menggelar referendum guna menentukan nasib sendiri ini semakin berkembang dalam waktu lima tahun terakhir. Para pendukung Spanyol bersatu menegaskan bahwa Catalunya sudah menikmati otonomi meluas, sama seperti wilayah lainnya, Basque dan Galicia. [BBCIndonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami